Menjajaki Peluang Baru
Cadangan migas di Blok Cepu pertama kali ditemukan pada 2001. Saat itu, dalam rencana pembangunan awal, tercatat potensi cadangan minyaknya adalah 450 juta barel. Namun, produksi aktualnya justru di luar ekspektasi. Potensi cadangan minyak diperkirakan dapat mencapai 1 miliar barel.
Produksi harian yang semula dalam rencana pembangunan disebutkan sebesar 165.000 barel per hari, ternyata dalam produksi aktual bisa menembus hingga 200.000 barel setiap harinya, menunjukkan potensi yang signifikan.
Begitu pula dengan periode produksi puncak yang ternyata bisa mencapai lima tahun, tiga tahun lebih lama dibandingkan dengan prediksi awal. Statistik produksi aktual yang melampaui ekspektasi ini berjalan beriringan dengan komitmen ExxonMobil dalam memenuhi kebutuhan energi nasional.
Dalam upaya terus mengoptimalkan produksi dari Blok Cepu, pada Maret 2024 lalu, ExxonMobil bersama SKK Migas melakukan tajak sumur perdana Banyu Urip Infill Clastic (BUIC), yang merupakan bagian dari kampanye pengeboran di Blok Cepu untuk mengambil minyak yang tidak bisa diambil sumur sebelumnya. Bahkan di awal Agustus 2024 ini, sumur B13, sumur pertama dalam program pengeboran ini sudah selesai dibor. Sumur tersebut saat ini berproduksi 13 ribu barel per hari dan berpotensi untuk dioptimalkan lebih lanjut.
Pengeboran yang dilakukan hingga dua tahun ke depan ini melibatkan lima sumur infill carbonate dan dua sumur clastic, yang diharapkan dapat menambah produksi lapangan Banyu Urip.
ExxonMobil juga terus menjajaki peluang baru lain melalui eksplorasi di wilayah terbuka, untuk memastikan pasokan energi yang berkelanjutan bagi Indonesia.
Eksplorasi dilakukan hampir di seluruh penjuru Indonesia. ExxonMobil dipercaya mengeksplorasi area terbuka seluas 1,2 juta kilometer persegi, setara dengan 1.300 kali luas Blok Cepu.


Comment