Pengapalan Keseribu Kali FSO Gagak Rimang: Mengukuhkan Ketahanan Energi Indonesia

Kontribusi Blok Cepu Terhadap Ketahanan Energi Indonesia
Siang bergeliat, malam pun tak pernah senyap di FSO Gagak Rimang. Upaya guna memenuhi kebutuhan energi nasional terus berjalan tak kenal lelah.

Sesuai nama yang dipilih karena melambangkan kekuatan dan keandalan, desain Gagak Rimang memungkinkan kapal ini berputar bebas mengikuti arah angin, ombak, dan arus laut tanpa mengganggu aliran minyak dari pipa.

Kapal ini mampu menampung 1,7 juta barel minyak mentah, setara dengan kapasitas 108 kolam renang standar olimpiade. Dalam sebulan, FSO Gagak Rimang sanggup melakukan hingga sepuluh kali pengapalan, menjadikannya salah satu terminal migas tersibuk di Indonesia.

Setiap hari, minyak mentah diproduksi di Fasilitas Pengolahan Pusat dari Lapangan Banyu Urip dan Kedung Keris, kemudian minyak dialirkan melalui pipa sepanjang 72 kilometer ke lepas pantai Tuban. Dari sana, minyak kembali dialirkan melalui pipa bawah laut sepanjang 23 kilometer menuju FSO Gagak Rimang sebelum diangkut menggunakan fasilitas tanker.

Sejak pengapalan perdananya 9 tahun silam, kini FSO Gagak Rimang yang beratnya setara dengan 60 ribu gajah ini telah mencapai lifting keseribu. EMCL bersama para mitra, PT Pertamina EP Cepu dan Badan Kerja Sama PI (Participating Interest) Blok Cepu, telah memproduksi lebih dari 660 juta barel minyak dari Blok Cepu yang memberikan kontribusi lebih dari 440 triliun rupiah untuk pendapatan negara atau sekitar tujuh kali lipat dari investasi awal.

Berkat dukungan pemerintah pula, ExxonMobil turut membantu memperkuat ketahanan energi Indonesia dengan menyumbang sekitar 25 persen dari produksi minyak nasional.

Comment