Produksi Lapangan Banyu Urip Blok Cepu Dihentikan Sementara.

BOJONEGORO – Produksi minyak dan gas (migas), Lapangan Banyu Urip Blok Cepu di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, dihentikan sementara.

Menurut Vice Presiden Public and Government Affairs, ExxonMobil Indonesia, Azi N. Alam mengatakan, dihentikanya produksi di lapangan migas terbesar di indonesia ini merupakan bagian dari pemeliharaan rutin fasilitas produksi, dan proses tie-ins dengan proyek Jambaran Tiung Biru (JTB).

“Shutdown ini sudah direncanakan, dijadwalkan, dan disetujui dalam WP&B, sehingga tidak mempengaruhi target produksi,” ungkapnya saat dikonfirmasi Wartaku.id Senin, 21 September 2020.

Pihak ExxonMobil mengaku, terus berkoordinasi sengan SKK Migas serta pihak pemangku kepentingan, guna memastikan proses dilakukan aman dan efisien.

Sementara, PLT Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas, Susana Kurniasih, seperti yang dikutip CNBC Indonesia, mengatakan penghentian sementara produksi Blok Cepu ini diusahakan berlangsung selama sembilan hari.

“Kami terus berkoordinasi dengan SKK Migas dan pemangku kepentingan terkait guna memastikan proses ini dapat dilakukan dengan aman, andal dan efisien,” tambahnya. (Aha/red)

See also  Regu Penyelamat Lapangan Banyu Urip dari Desa Mojodelik  

Comment