Dinas Pendidikan Bojonegoro Terus Lakukan Pengawasan Terhadap PTM di Sekolah.

BOJONEGORO, Wartaku.Id – Sejak di mulai 1 September 2021 lalu percobaan pembelajaran tatap muka (PTM) hingga saat ini terus berlangsung. Berjalan satu bulan lebih, Dinas Pendidikan kabupaten Bojonegoro terus lakukan evaluasi dan edukasi bagi sekolah maupun siswa yang tidak menerapkan peraturan.

Lasiran, selaku sekertaris dinas pendidikan menjelaskan bahwa pihaknya masih terus melakukan evaluasi di sekolah-sekolah yang ada di Bojonegoro, jika sebelumnya evaluasi dilaksanakan dengan memeriksa kesiapan sekolah dengan peralatan protokol kesehatan namun saat ini evaluasi yang dilakukan berupa penerapan dan penggunaan protokol kesehatan.

“Pertama kesiapan sekolah berupa ketersediaan peralatan prokes, dan yang kedua pelaksanaan prokes seaaktu-waktu, “jelasnya.

Menurutnya dalam pelaksanaan evaluasi masih ditemukan beberapa kantin sekolah yang buka dan banyak anak sekolah tidak segera pulang melainkan mampir di warung saat jam pulang sekolah.

“Kita terus edukasi untuk hal ini, “tuturnya.

Sedangkan dari hasil evaluasi, pihaknya mengaku tidak dapat memberikan keputusan untuk menaikkan volume pembatasan di sekolah dari 50 persen menjadi 75 persen. Pihaknya mengikuti keputusan SKB empat menteri yang menyebutkan peningkatan volume pembatasan di sekolah sangat tergantung terhadap penurunan level di daerah.

“Kita tidak dapat menaikkan volume dari 50 persen menjadi 75 persen selama tidak ada penurunan level di kabupaten Bojonegoro, oleh karena itu sampai dengan saat ini masih tetap pembatasan 50 persen, “imbuhnya.

Sekertaris yang juga menjabat sebagai PLT sejak satu minggu lalu ini juga mengungkapkan sampai saat ini tidak di temukan klaster baru dari PTM, artinya tidak ada siswa yang terkonfirmasi positif dari kegiatan belajar di sekolah.

“Di Bojonegoro tidak ada anak kami yang terkonfirmasi positif covid-19, kalaupun ada itu bukan klaster sekolah melainkan klaster dari keluarga. Sehingga PTM di Bojonegoro masih aman, terangnya.

Sejalan dengan itu, pelaksanaan vaksinasi siswa terus dilaksanakan bahkan hingga saat ini vaksinasi untuk anak SMP di kabupaten Bojonegoro tahap satu mencapai 70 persen hingga 80 persen, sedangkan untuk tahap dua mencapai 50 persen hingga 60 persen.

“Anak kami dari kelas 7 sampai 8 dengan jumlah hampir 33 ribu sudah mengikuti vaksin, ada beberapa yang belum tervaksin karena tidak lolos tahap screening mungkin baru sembuh dari sakit tipes dan lain sebagainya,”tutupnya. (Mil/Red)

Baca Juga :

Comment