Pasar Bungkal Terbakar, Api Cepat Membesar Disebabkan Banyak Dagangan Berbahan Plastik.

BOJONEGORO, Wartaku.id – Kebakaran yang terjadi di Pasar Bungkal Dusun Karangturi, Desa Sidobandung, RT/RW : 41/4, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro pada 22/06/2022 sekitar pukul 14.40 WIB menghanguskan belasan kios, api cepat membesar disebabkan banyaknya dagangan berbahan plastik.

Salah seorang warga menuturkan bahwa stan yang terbakar merupakan blok jualan jajan, bumbu-bumbu, dan perabotan rumah yang berbahan plastik sehingga api cepat merambat.

“Bak atum kan awet apinya langsung panas,” ungkap Lilik yang juga selaku Ibu Lurah Sidobandung.

Akibatnya ada 12 kios terbakar, diantaranya kios yang menjual jajan pasar, bumbon (bumbu dapur), jepit dan bedak serta bahan perabotan rumah yang berbahan dari plastik.

Pasar Bungkal Terbakar Api Cepat Membesar Disebabkan Banyak Dagangan Berbahan Plastik 2

“Memang bloknya itu, ada 2 toko jajan, 3 toko bedak dan ceepet serta ada atum-atum,” terangnya.

Menurutnya meskipun ada salah satu kios yang menjual LPG namun tabung tersebut dalam keadaan kosong, sedangkan ledakan yang membuat panik masyarakat berasal dari termos panas yang meledak.

“sementara banyak atum berupa bak, ada termos panas yang meledak juga jadi masyarakat panik,” ungkapnya.

Pasar Bungkal Terbakar Api Cepat Membesar Disebabkan Banyak Dagangan Berbahan Plastik 3

Kebakaran tersebut awalnya diketahui oleh anak-anak kecil yang sedang bermain sepak bola, sempat tidak percaya kemudian warga langsung melakukan pemadaman dengan peralatan seadanya.

“Yang tau awal kali itu anak anak kecil orang-orang tidak percaya ya soalnya yang bilang anak kecil kan anak-anak biasa main api, selang berapa menit itu api sudah besar,” katanya.

Sholikin salah satu pemilik kios menjelaskan bahwa hampir semua barang daganganya turut terbakar, pria berusia 45 tahun tersebut menjual komoditas termasuk mie instan.

“Kerugian ya berupa bangunan, sama dagangan ini cuma bisa di selamatkan sedikit,” jelasnya.

Untuk sementara, Sholikin mengaku akan libur berdagang untuk membersihkan sisa-sisa kebakaran dari kiosnya, dan akan kembali berjualan setelah ada perbaikan.

“Kalau belum diperbaiki ya terpaksa jualan di luar,” ujarnya. (Mil/Red)

Comment