Kerugian Kebakaran Pasar Bungkal Ditaksir Capai Rp 345 Juta.

BOJONEGORO, Wartaku.id – Kerugian dari kebakaran yang terjadi di Pasar Bungkal Dusun Karangturi, Desa Sidobandung, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro ditaksir mencapai Rp 345 juta. Rabu, (22/06/2022)

Menurut Kapolsek Balen, AKP Simoen menyebutkan kronologi kebakaran berawal saat anak-anak kecil bermain sepak bola tidak jauh dari lokasi, kemudian mengetahui ada asap mengepul dari tengah pasar tepatnya dari toko/bidak milik saudara Salim.

“Saat itu pasar sudah dalam keadaan kosong, tidak ada aktivitas,” ungkapnya.

Kerugian Kebakaran Pasar Bungkal Ditaksir Capai Rp 345 Juta 2

Kemudian salah seorang anak yang menjadi saksi Siti Dewi Novita, berteriak meminta tolong dan memberitahukan kejadian tersebut ke warga sekitar. Warga yang mengetahui peristiwa tersebut, langsung melaporkan ke Petugas pemadam kebakaran Kabupaten Bojonegoro dan Polsek Balen sambil berusaha untuk memadamkan api dengan alat seadanya.

“petugas Jaga Polsek Balen langsung menuju ke TKP untuk mengamankan lokasi kebakaran,” jelasnya.

Sementara penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan, meskipun begitu tidak ditemukan korban luka maupun korban jiwa disebabkan peristiwa terjadi saat tidak ada aktivitas di pasar.

“Masih dalam penyelidikan, akan tetapi sumber api bersumber dari toko/bidak saudara Salim yang menjual barang abrakan ( plastik dll ),” terangnya.

Pemadaman dilakukan oleh Tim Pemadam Kebakaran (damkar) Pos Kota dengan mengerahkan 6 unit mobil Damkar dan 2 unit water supply dari Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro.

“Ada sekitar 30 personil yang terjun untuk pemadaman,” ungkap Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Bojonegoro, Ahmad Gunawan.

Menurutnya pemadaman terkendala lalu lintas menuju lokasi yang ramai oleh masyarakat serta banyak kendaraan yang parkir di kanan kiri jalan. Pihaknya menghimbau agar masyarakat hati-hati terhadap penyebab utama kebakaran terutama terkait kelistrikan.

“Jangan sampai lalai teruma tempat usaha jangan lupa setelah usai melaksanakan aktivitasnya untuk mebgecek kembali terhadap potensi potensi,” tutupnya.

Sementara ditaksir kerugian mencapai Rp 345.500.000, terdiri dari 10 kios diantaranya milik Salim (56) toko beserta seluruh barang dagangan berupa abrak, mengalami kerugian meteriil sekitar Rp. 200 juta, selanjutnya saudari Niswatin (52) Barang yang terbakar toko beserta seluruh barang dagangan berupa kue kering, kerugian meteriil sekitar Rp. 25 juta.

Siti Zulaikah (52) Barang yang terbakar toko beserta seluruh barang dagangan berupa kue kering, kerugian meteriil sekitar Rp. 30 juta, Mualifah (40) Barang yang terbakar toko beserta seluruh barang dagangan berupa perancangan / sembako , kerugian meteriil sekitar Rp. 10 juta, Minto (53) Barang yang terbakar toko beserta seluruh barang dagangan berupa kosmetik dan peralatan sekolah , kerugian meteriil sekitar Rp. 40 juta.

Saroh (52) Barang yang terbakar toko beserta seluruh barang dagangan berupa kosmetik dan peralatan sekolah , kerugian meteriil sekitar Rp. 40 juta.

Selain itu terdapat tiga lapak yang terbuat dari kayu jati dan atap seng diantaranya kios milik Siti Matun (56)Barang yang terbakar bidak ukuran 4×4, dan kerugian sekitar Rp. 3 juta, Sdri. Sri Kemo (70) Barang yang terbakar bidak ukuran 3×2, dan kerugian sekitar Rp. 2,5 juta, Isradi (40) Barang yang terbakar bidak ukuran 3×2, dan kerugian sekitar Rp. 2,5 juta, Pristy (30) Barang yang terbakar bidak ukuran 3×2, dan kerugian sekitar Rp. 2,5 juta. (Mil/Red)

Comment