Bangkitkan Peluang Bisnis Desa Sukowati, Mahasiswa KKN UNS Berikan Pelatihan Rangkai Buket Bunga.

BOJONEGORO, Wartaku.Id – Masih dalam masa pandemi Covid-19, pelaksanaan KKN (Kuliah Kerja Nyata) tentu terbatas, seperti mahasiswa UNS (Universitas Negeri Sebelas Maret) yang melakukan kegiatan KKN di desa Sokowati Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro dengan memberikan pelatihan merangkai buket bunga kepada ibu PKK dan remaja karang taruna.

Awdy Paramadan Tashadini salah satu peserta KKN yang juga sebagai ketua penanggung jawab program tersebut menyebutkan bahwa ada banyak program kegiatan yang di lakukan di desa Sukowati, salah satunya adalah yang di laksanakan pada hari ini yaitu merangkai buket bunga plastik bagi ibu-ibu PKK dan remaja karang taruna.

“Hari ini kita rangkai bunga plastik dengan ibu PKK dan remaja karang taruna di balai desa,” ungkapnya.

Tujuan pelatihan tersebut sebagai upaya untuk meningkatkan peluang bisnis bagi ibu-ibu rumah tangga sehingga bisa mengisi waktu luang dengan berwirausaha, terlebih di masa pandemi ekonomi masyarakat menurun, dengan ini bisa menjadi penghasilan tambahan.

Mahasiswa KKN UNS Berikan Pelatihan Rangkai Buket Bunga 2

“Saat ini juga sedang tren buket bunga, sehingga memberi pengetahuan ibu-ibu agar kalau sudah bisa membuat, dapat menjadi usaha sampingan dan menambah pemasukan, “jelasnya.

Pihaknya juga mengungkapkan hanya mengundang 15 hingga 20 orang dari warga karena masih masa pandemi sehingga meminimalisir kerumunan dan tetap menerapkan prokes dengan ketat. Teknis pelaksanaannya dengan membagi 3 hingga 4 orang per kelompok untuk merangkai satu buket bunga.

“Bahan sudah kita siapkan mulai dari bunga plastik hingga lem tembak, ibu-ibu tinggal datang,”tuturnya.

Izzah sapaan mahasiswa tersebut juga mengungkapkan bahwa desa Sukowati sudah termasuk desa mandiri yang memiliki banyak potensi, hanya perlu sedikit dikembangkan agar lebih maju. Hal tersebut menjadi alasan kelompoknya untuk melakukan KKN di desa tersebut.

“Kita kebanyakan dari Bojonegoro dan Tuban, karena peraturan KKN tidak boleh menetap jadi kita cari lokasi yang sekiranya bisa pulang pergi, terlebih di desa Sukowati ini juga banyak potensi dari kelompok tani ada taman dan UMKM yang bisa diberdayakan, “tuturnya.

Sementara itu salah satu ibu-ibu mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut sangat bermanfaat, meskipun butuh kekreatifan dan ketelitian namun jika dikembangkan bisa menjadi ladang bisnis.

“Terima kasih kami selaku peserta merasa sangat bermanfaat insya Allah ini peluang bisnis jika kami menekuni buat ibu rumah tangga seperti kami,” ujar ibu IIn.

Sedangkan hasil dari kerajinan tersebut nantinya akan disimpan oleh ibu PKK sebagai karya dan contoh bagi Ibu PKK untuk membuat kekreativitasan. (Mil/Red)

Baca Juga :

Comment