BOJONEGORO, Wartaku.Id – Melihat angka pengangguran semakin meningkat, terlebih di masa pandemi banyak karyawan yang mengalami PHK dan susahnya mencari pekerjaan, Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Bojonegoro selenggarakan pelatihan.
Agoestin F. selaku Penempatan dan Peluasan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Disnaker Bojonegoro, mengungkapkan bahwa selama pandemi grafik data jumlah pengangguran meningkat drastis.
“Ditambah lagi selama PPKM ini, jumlah pengangguran semakin meningkat,” ungkapnya.
Untuk itu, Disnaker Bojonegoro menyelenggarakan pelatihan yang berfokus pada sektor pertanian maupun perkebunan, karena di Bojonegoro sendiri adalah kota lumbung pangan. Pelatihan tersebut bertujuan membantu masyarakat dalam meminimalisir pengangguran di Bojonegoro.
Akan ada 22 kali pelatihan yang di selenggarakan dalam satu tahun ini dengan menyasar beberapa daerah yang berada di Bojonegoro dan nantinya di setiap wilayah akan di verifikasi product. Pelatihan tersebut tidak dipungut biaya, serta bagi peserta pelatihan akan mendapatkan modal usaha dan beberapa fasilitas lainnya.
“Untuk pelatihannya kita batasi hanya untuk 20 orang di setiap daerah. Nantinya kita juga akan lakukan seleksi terlebih dahulu,” ungkapnya.
Pihaknya berharap program tersebut dapat membantu masyarakat terlebih saat ini jumlah lowongan pekerjaan yang menurun juga menjadi alasan meningkatnya pengangguran. Bahkan antara jumlah pengangguran dan lowongan kerja yang ada saat ini sangat tidak seimbang.
“Sebenarnya dari dulu jumlah pengangguran dan lowongan kerja sudah tidak seimbang, namun selama pandemi ini semakin jomplang, pengangguran semakin banyak dan lowongan kerja semakin sedikit,” tuturnya.
Sementara perusahaan membutuhkan pekerja yang sesuai dengan kompetensinya. Namun, jika melihat keadaan saat ini banyak sekali lulusan baru yang kurang berkompetensi bahkan banyak dari pengangguran tersebut dari lulusan SMP (Sekolah Menengah Pertama) dan SMA (Sekolah Menengah Akhir).
“Perusahaan juga memilih-milih pekerja yang memiliki basic pendidikan dan pengalaman yang cukup, karena tidak ada yang mau memperkerjakan orang yang kurang berkompeten,” jelasnya. (Mil/Red)
Baca Juga :


Comment