Dua Kelompok Peternak Bojonegoro Terpilih Ikuti Penilaian Agribisnis Peternakan Tingkat Provinsi Jatim

Bojonegoro, wartau.id – Dua kelompok peternak asal Kabupaten Bojonegoro terpilih mengikuti Pembinaan dan Penilaian Kelompok Agribisnis Peternakan Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2026. Yakni Kelompok Ternak Kambing Srono Makmur Desa Sumberbendo, Kecamatan Bubulan; dan Kelompok Ternak Sapi Lembu Suro Desa Hargomulyo, Kecamatan Kedewan,

Kegiatan pembinaan dan penilaian berlangsung Jumat (28/8/2026). Tim Penilai dari Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan (Disnakkan) Provinsi Jawa Timur mendatangi secara langsung dua lokasi kelompok peternak tersebut untuk melihat potensi, inovasi, serta pengelolaan usaha peternakan di lapangan.

Kegiatan di masing-masing kelompok diawali dengan diskusi dan paparan mengenai profil serta pengembangan kelompok. Selanjutnya, tim penilai melakukan kunjungan lapang untuk melihat secara langsung aktivitas peternakan, termasuk pengelolaan pakan dan pemanfaatan limbah ternak.

Perwakilan Tim Penilai Disnakkan Provinsi Jawa Timur, Alexander Arya, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut tidak semata-mata ditujukan untuk mencari kelompok yang layak menjadi juara. Lebih dari itu, kegiatan penilaian menjadi bagian dari upaya pembinaan serta membangun jejaring antar kelompok peternak.

“Kami hadir di sini bukan hanya mencari kelompok yang layak menjadi juara. Kami lebih kepada pembinaan. Selain itu, kami juga mencari jejaring antarkelompok dan pengembangan inovasi antarkelompok,” ujarnya.

Menurut Alexander, kekompakan kelompok menjadi salah satu modal penting dalam mengembangkan usaha peternakan. Kelompok yang telah berjalan dan mampu menjaga kebersamaan diharapkan terus mengembangkan inovasi yang telah dimiliki.

Ia mendorong agar inovasi yang sudah berjalan dapat terus ditingkatkan, termasuk melalui pemanfaatan teknologi dalam pengembangan usaha peternakan.

“Semoga inovasi yang sudah ada terus digiatkan. Ada lima aspek yang kami nilai, yaitu hulu, hilir, budidaya, kelembagaan, dan inovasi,” jelasnya.

Alexander menjelaskan, proses penilaian dilakukan melalui dua sistem, yakni diskusi dan kunjungan lapang. Melalui diskusi, tim menggali berbagai informasi mengenai kegiatan dan pengembangan kelompok. Sementara kunjungan lapang dilakukan untuk melihat secara langsung potensi dan inovasi yang diterapkan kelompok.

“Untuk penilaian kami mohon waktu untuk berdiskusi, kemudian kita ke lapangan. Pengolahan pakan kita langsung ke lokasi,” katanya.

Ia juga meminta kelompok untuk menyampaikan seluruh potensi dan inovasi yang telah dikembangkan. Hal tersebut diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus membuka peluang pengembangan usaha agar memberikan hasil yang lebih baik bagi anggota kelompok dan masyarakat sekitar.

“Potensi yang nampak monggo disampaikan semua. Semoga bisa menambah hasil yang lebih baik,” tambahnya.

Alexander berharap Kelompok Ternak Sapi Lembu Suro maupun Kelompok Ternak Kambing Srono Makmur dapat terus menjaga kekompakan dan meningkatkan prestasi. Menurutnya, berbagai praktik baik yang telah dilakukan kelompok di Bojonegoro dapat menjadi contoh yang bisa dikembangkan lebih luas.

“Semoga kelompok ternak di Bojonegoro ini menjadi salah satu contoh yang bisa kita tunjukkan di provinsi lain yang ada di Indonesia,” ujarnya.

Dalam penilaian tersebut, tim juga melihat berbagai aspek pengelolaan agribisnis peternakan, mulai dari aspek budidaya, hilir, kelembagaan, hingga inovasi. Berbagai potensi yang dimiliki masing-masing kelompok diharapkan dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan pembinaan dan penilaian ini, diharapkan kelompok peternak di Kabupaten Bojonegoro semakin mandiri, inovatif, dan mampu mengembangkan usaha dari hulu hingga hilir. Selain meningkatkan produktivitas peternakan, pengembangan tersebut juga diharapkan mampu memberikan nilai tambah dan meningkatkan kesejahteraan anggota kelompok. (Red)

Comment