BOJONEGORO, Wartaku.Id – Terkait perseteruan Bupati Bojonegoro dan wakilnya yang masih memanas hingga saat ini, Syukur Priyanto mengungkapkan jika tidak segera berdamai, kedua pihak akan dipanggil.
wakil Ketua DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Bojonegoro, Syukur Priyanto mengungkapkan akan segera memanggil dan mempertemukan kedua belah pihak jika masih belum menemukan titik temu dari permasalahan yang semakin memanas.
“Nanti kalau konflik ini tidak segera ada ujung pangkalnya, kami dari lembaga DPRD akan segera mengundang keduanya, “ungkapnya saat di temui wartaku.id di ruang kerjanya.
Sementara ini, Syukur sangat menyayangkan perseteruan antara Bupati dengan Wabub satu tahun lalu semakin meruncing. Menurutnya permasalahan diantara kedua tokoh publik tersebut seharusnya tidak layak menjadi tontonan masyarakat, terlebih di era serba digital masyarakat lebih cepat menerima informasi.
“Atas nama kelembagaan maupun pribadi menurut saya kalau mereka ada masalah tidak seharusnya di expose di publik, jadi masyarakat tidak disuguhkan dengan konflik,”jelasnya.
Pihaknya juga sangat menyayangkan karena kedua pihak merupakan figur atau panutan yang menjadi kebanggaan masyarakat Bojonegoro. Ditengah banyaknya permasalahan ekonomi maupun sosial di masyarakat yang ada, Ia mengungkapkan keduanya seharusnya lebih mengesampingkan dan merendahkan ego masing-masing.
“Kalau memang ada persoalan pribadi yang belum diketemukan solusinya melalui komunikasi seharusnya dikesampingkan lah dulu, istilahnya ditaro dibawah meja, “jelasnya.
Sementara itu, konflik ini juga sangat berdampak bagi berbagai pihak termasuk kepala dinas, PNS, pejabat, dan khususnya masyarakat termasuk dalam hal pelayanan dan lainya yang tidak berjalan dengan baik.
“Konflik ini bisa menjadi gangguan psikis atau hubungan yang tidak harmonis, dan yang sangat terdampak adalah masyarakat karena program prioritas dan pemerintah tidak akan berjalan dengan baik dan akhirnya akan ada ketimpangan, “tuturnya.
Syakur berharap kedua belah pihak melakukan islah dalam arti Konflik yang berkepanjangan antar keduanya akan sangat merugikan masyarakat Bojonegoro.
“Kepentingan mensejahterakan dan memajukan masyarakat Bojonegoro diatas segalanya, dan ini lebih penting dan besar dari pada konflik internal mereka saat ini, “tegasnya. (Mil/Red)


Comment