Target Vaksinasi Capai 36%, PPKM Bojonegoro Bertahan Di Level 2.

BOJONEGORO, Wartaku.Id – Tingkat kematian menurun, sementara tingkat kesembuhan naik namun PPKM Bojonegoro masih bertahan di level dua. Hal tersebut disebabkan persentase vaksinasi Covid-19 di Bojonegoro masih rendah, yaitu mencapai 36% dari total target 1.025.995 jiwa.

Triguno Sudjono Prio, selaku Kepala Bidang Protokol dan Komunikasi Pimpinan menjelaskan tingkat kesembuan sudah meningkat dan korban meninggal sudah menurun dari 10 jiwa per hari, saat ini hanya kisaran satu atau dua per hari. Namun, hal tersebut belum cukup menjadi alasan untuk Bojonegoro masuk ke PPKM level satu disebabkan capaian vaksinasi masih rendah.

“Ada beberapa indikator agar bisa menurunkan dari level dua ke level satu, salah satunya capaian vaksinasi yang harus sudah 60%. Sementara kita masih sekitar 36%,”terangnya.

Menurutnya masih banyak masyarakat yang takut dan enggan melakukan vaksin, mereka masih terpengaruh hoax. Sementara data per tanggal 28/09/2021, sebanyak 343.425 jiwa sudah melakukan vaksin tahap satu, sementara untuk vaksin tahap dua mencapai 166.453.

“Targetnya Bojonegoro 1.025.995 jiwa,”jelasnya.

Pihaknya juga mengungkapkan ketidak seimbangan jumlah capaian vaksin satu dan dua tersebut diakibatkan dari masyarakat yang sudah melakukan vaksin pertama dan merasakan efek samping vaksin menjadi takut untuk kembali melakukan vaksin dosis ke dua.

“Ini kebanyakan karena mereka takut melakukan vaksinasi ke dua karena di dosis pertama merasakan gejala seperti demam dan lainya, sehingga enggan melakukan vaksin yang ke dua, “jelasnya.

Pihaknya juga mengungkapkan bahwa stok vaksin di kabupaten Bojonegoro sendiri saat ini masih aman dan tidak ada keterlambatan stok, disamping itu juga terus digencarkan melalui fasilitas kesehatan maupun bantuan dari instansi seperti polres. Namun, ketakutan dari masyarakat masih menjadi kendala tercapainya target vaksinasi di kabupaten Bojonegoro.

“Stoknya masih tersedia, jadi bisa langsung ke puskesmas atau ikut vaksinasi polres juga bisa, “terangnya.

Sedangkan aktivitas masyarkat berangsur ramai, mulai dari kegitan belajar mengajar yang sudah dilakukan uji coba tatap muka, hingga pedagang yang mulai ramai pembeli. Bahkan kegiatan CFD (Car Free Day) di alun-alun juga mulai banyak masyarkat yang datang.

“Kalau memperbolehkan secara resmi CFD belum ya, tapi sudah banyak masyarakat yang beraktivitas di minggu pagi sementara tidak bermasalah selama tetap menjaga prokes, apalagi ketika dilarang masyarakat akan tetap beralasan mencari imun,”tutupnya. (Mil/Red)

Baca Juga :

Comment