BOJONEGORO, Wartaku.Id– Beberapa waktu terakhir masyarakat di ramaikan dengan konsumen atau pembeli yang memaki bahkan mengancam kurir pengantar barang. Kearoganan konsumen dan kurangnya memahami sistem beli barang secara online seringkali merugikan jasa kurir.
Salah satu kurir expedisi di Bojonegoro, Wandi mengungkapkan bahwa hal tersebut tidak hanya terjadi di kota-kota besar, meskipun belum pernah mengalami ancaman dengan senjata tajam, namun makian dari konsumen sudah menjadi makananya setiap hari.
“Bojonegoro juga sudah banyak orang yang melakukan belanja secara online, entah mereka tidak faham sistemnya atau seperti apa tapi kita selalu menjadi sasaran amarahnya, “ungkapnya.
Komplain tersebut terkait barang yang tidak sesuai dengan gambar tertera atau bahkan tidak sesuai dengan yang di harapkan. Sementara itu, beberapa pembeli yang menggunakan sistem COD (Cash On Delivery) atau pembayaran ditempat tidak mau membayar kepada kurir. Hal tersebut tentu merugikan bagi kurir.
“Kalau tidak sesuai kita sering dapat marah bahkan beberapa yang menggunakan COD tidak mau membayar, jadi kita dirugikan,” jelasnya.
Wendi menjelaskan seharusnya pembeli memastikan terlebih dahulu kualitas barang yang akan dibeli dari penilaian konsumen sebelumnya, penilaian toko atau menanyakan langsung melalui kolom pesan dengan pemilik toko.
“Kita hanya pengantar barang saja, tanggung jawab kita sebatas apabila kemasan barang mengalami kerusakan, misalkan basah dan sebagainya tapi kalau untuk isi dan kualitas barang itu urusan dengan distributor, “tuturnya.
Selain itu, kurir juga mendapat penilaian yang kurang bagus dan memuaskan dari konsumen sehingga hal tersebut berdampak pada potongan gaji yang didapatkan. Selain dapat potongan gaji, pihaknya juga mendapat teguran dari perusahaan ekspedisi.
“Terkadang dari pihak penerima tidak di rumah, atau beberapa kejadian seperti ban sepeda kempes, dan lain sebagainya, jadi barang telat sampai jadi selain dari konsumen, kita juga dapat teguran atasan, “tuturnya.
Kurir salah satu expedisi tersebut berharap agar kedepannya tidak ada masyarakat lebih memperhatikan sikap agar tidak merugikan kurir. Pihaknya juga berharap tidak ada lagi kejadian ancaman dengan senjata tajam atau makian kepada teman seperjuangan kurir lainya.
“Saya berharap masyarakat lebih teliti lagi dalam membeli barang secara online, entah barang itu sesuai atau tidak dengan yang mereka inginkan. Mereka tidak berhak marah dengan kita selaku pengantar barang,” pungkas Wandi. (Mil/Red)


Comment