BOJONEGORO, Wartaku.Id – Keterbatasan fisik bukan suatau halangan untuk seseorang dalam meraih prestasi. Seperti salah satu penyandang disabilitas di Bojonegoro yang telah meraih penghargaan di berbagai kejuaraan baik tingkat daerah maupun provinsi.
Berawal dari melihat orang disekitarnya bermain tenis meja, Muhammad Dicky F. mulai tertarik untuk ikut bermain dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga mendapat berbagai kejuaraan. Kejuaraan terakhir yang diperolehnya adalah dalam pekan paralimpik provinsi Jawa Timur 2021 pada 24/05/2021 lalu.
“Terakhir juara satu dan mendapatkan medali emas di pekan paralimpik, “ungkapnya.
Sempat meraih medali emas saat mewakili provinsi, Dicky mengaku senang bahkan Ia tidak berfikir akan mendapatkan juara. Menurutnya, bermain dengan hati senang dan sungguh-sungguh adalah fokus utamanya.
“Senang karena pertama kali dapat medali emas, “jelasnya.
Sementata saat ditemui wartaku.id, Dicky yang tidak banyak bicara didampingi ibunya Insi’ah menceritakan bahwa tidak pernah menyangka anaknya bisa dititik sekarang, Ia juga tidak berharap anaknya akan mendapat juara sebelumnya, yang dilakukannya hanya berusaha mendukung dan memfasilitasi apa yang Dicky butuhkan.
“Jujur saya tidak pernah menuntut dia dapat juara, karena anaknya ada niat dan mau bersungguh-sunggu jadi meskipun dalam keadaan kekurangan, saya tetap berusaha memberikan apa yang dibutuhkan, “tuturnya sambil berkaca-kaca.
Sementara itu, Pihaknya juga sangat bersyukur dengan adanya orang-orang baik disekitar Dicky yang selalu membantu dan suport dalam berbagai hal termasuk keberangkatan Dicky untuk mengikuti berbagai lomba. Selain itu, Ia juga bersyukur dengan dibentuknya kepengurusan baru NPCI Bojonegoro sehingga dapat membantu memfasilitasi disabilitas untuk meraih prestasi.
“Dulu kalau berangkat lomba naik bus diantar sama gurunya itu, alhamdulillah sekarang sudah ada pengurus baru NPCI jadi disiapkan kendaran dan diantar,”ungkap Insi’ah.
Dengan prestasi yang diperolehnya, Dicky mendapat beasiswa untuk meneruskan sekolahnya di Solo. Meskipun sempat tertunda akibat adanya Covid-19 namun rencanaya juli mendatang Dicky akan terbang untuk meneruskan pendidikanya.
“Dapat beasiswa sekolah khusu olahraga di Solo, jadi sementara saya sekolahkan di SMA swasta di sekitar rumah, “jelas Ibu Dicky.
Insi’ah berharap anak bungsunya bisa menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di bidang olahraga khususnya tenis meja, sementara Dicky juga berharap dapat berwirausaha.
“Semoga kedepanya bisa jadi PNS, mungkin disambi dengan wirausaha seperti keinginanya, apapun yang terbaik untuk dia kedepanya saya dukung, “pungkas Insi’ah. (Mil/Red)



Comment