by

Unik Tape Pelangi Oleh-Oleh Tradisional Khas Kayangan Api.

BOJONEGORO, Wartaku.Id – Kabupaten Bojonegoro tidak hanya terkenal dengan keberagaman wisata alam yang mempesona, melainkan banyak jajanan-jajanan khas yang dapat memanjakan lidah.

Seperti halnya, jajanan tradisional yang berada di sepanjang wisata Khayangan Api yakni tape ketan dari daun gloso. Tape ketan sendiri merupakan hasil fermentasi antara ketan putih dan campuran ragi, jika biasanya tape sering dijumpai memiliki ciri khas berwarna hijau pandan.

Berbeda dengan tape yang diproduksi Efi Hiftiyanti, asal Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro ini terbilang cukup unik dan menarik karena menyajikan jajanan tradisional tape ketan pelangi. Dengan berbagai varian warna digunakan menggunakan pewarna makanan alami. Mulai dari varian tape ketan putih, merah daun suji, hijau daun pandan, tape ketan hitam bahkan tape ketan ungu.

“Awalanya produksi tape ketan ini turun temurun, karena semakin banyak peminat akhirnya mulai berinovasi dengan membuat tape pelangi. Untuk warna yang kami gunakan juga dari bahan alami, jadi aman dikonsumsi”, ungkap Efi.

Efi mengaku setiap hari mampu memproduksi 5 kilogram ketan hingga 10 kilogram ketan jika ramai pemesanan.

“Setiap hari bisa 5 kilogram ketan, katakanlah satu kilogram bisa jadi 6 ikat tape pelangi. Untuk pembuatannya sendiri proses produksi tape ketan terbilang cukup sederhana namun membutuhkan kesabaran ekstra”, imbuhnya.

Untuk penjualan tape ketan tersebut efi memanfaatkan sosial media bahkan saat ini dirinya juga telah mendirikan lapak di sekitar outlet wisata khayangan api maupun pusat oleh-oleh yang ada di sekitar taman rajekwesi Bojonegoro. Serta melayani pengiriman hingga luar kota sebanyak 300 bahkan 400 ikat tape ketan.

“Satu ikat tape ketan pelangi bisa dibeli dengan harga Rp. 10.000,” katanya.

Pihaknya juga berharap, produksi oleh-oleh kuliner tradisional tape ketan miliknya bisa dikenal masyarakat luar Kabupaten Bojonegoro. Dan geliat perekonomian industri kecil menengah (IKM) Bojonegoro bisa bangkit kembali di tengah Pandemi Covid-19.

“Harapan kami melalui produksi tape ketan pelangi ini bisa dikenal oleh masyarakat luar Bojonegoro dan bisa membangkitkan perekonomian di tengah Pandemi seperti ini”, harapnya. (Ayu/Red)

Baca Juga :

Comment

Artikel