PPDI Pringati Kemerdekaan Dengan Diskusi Wujudkan Disabilitas Produktif.

BOJONEGORO, Wartaku.Id – Peringati hari kemerdekaan Pengurus Dewan Pimpinan Cabang Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (DPC-PPDI) Kabupaten Bojonegoro gelar acara diskusi untuk bersinergi wujudkan disabilitas produktif yang bertempat di hotel & resto griya MCM, jalan pemuda Bojonegoro, pada 17/08/2021.

Acara yang berlangung dari pukul 08.00 WIB hingga 12.00 WIB tersebut digelar secara terbatas dengan hanya menghadirkan pengurus inti PPDI, Yayasan Sikas dan juga dihadiri oleh Ketua CSR Kabupaten Bojonegoro Sekaligus Sebagai Owner MCM Resto Moch Subkhi dan Owner dari Go Fun, Handoko yang merupakan mitra dari organisasi PPDI sendiri.

“Hanya pengurus inti dari PPDI yang hadir, kita diskusi juga program kedepan dan diberi amanah memberikan santunan kepada anak yatim oleh kedua mitra kita, pak Moh dan pak Handoko,”ungkap sekretaris I PPDI DPC Bojonegoro, Rony Setianto.

Dalam kesempatan kali ini, Moch Subkhi mengungkapkan bahwa berorganisasi harus ikhlas dan semangat dalam berjuang dengan rela berkorban seperti semangat perjuang 45. Selain itu haru s mempunyai komitmen untuk bersinergi dan bermitra dengan banyak pihak.

PPDI Peringati Kemerdekaan Dengan Diskusi Wujudkan Disabilitas Produktif 2

“Yang penting bisa saling menguntungkan karena organisasi dengan kemitraan yang baik itu akan men support PPDI, “ungkapnya.
Selanjutnya menerapkan konsep rasional proporsional, artinya harus bisa me manage dan mengendalikan masalah dengan berpikir rasional.

“Kalau satu tim sudah bisa berpikir rasional itu bisa mendapatkan hasil yang proporsional nah ini yang harus dijaga untuk tim pengurus PPDI kedepan,” tuturnya.

Selanjutnya pihaknya juga berharap dengan tiga konsep tadi diharapkan PPDI bisa berkembang dengan baik.

Sementara itu, Handoko selaku owner Go Fun juga memberikan support secara psikologis dengan memberikan semangat untuk disabilitas agar menunjukkan kelebihan dengan kreativitas.

“Jadi meskipun disabilitas memiliki kekurangan tapi di situ punya kelebihan jadi bukan misi dikasihani tapi misi berkarya,”jelasnya.

Menurutnya dengan berkarya respek atau simpati dari masyarakat, pejabat publik dan pengusaha akan tumbuh dan bisa membantu PPDI. Selanjutnya dengan menciptakan brand atau identitas melalui berbagai metode termasuk dalam media sosial.

“Intinya karya disabilitas bukan hanya dikasihani tapi harus menunjukkan keberadaannya dan manfaatnya bagi anggota PPDI,”pungkasnya. (Mil/Red)

Comment