by

Sebagai Refleksi Kemerdekaan, HMI Lakukan Aksi Turun Jalan Mengkritik Ketimpangan dan Mengajak Untuk Bersinergi Memerangi Covid-19.

-Politik-450 views

BOJONEGORO, Wartaku.Id – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), lakukan aksi di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Bojonegoro sebagai bentuk refleksi kemerdekaan Indonesia yang ke-76 pada Rabu, 18/08/2021.

Aksi yang dipimpin oleh Fajar Yulianto sebagai koordinator lapangan tersebut mengkritisi Pidato kepresidenan Joko Widodo di tanggal 16/08/2021 yang tidak menyinggung kasus korupsi dan kasus HAM sebagai ketimpangan yang terjadi saat ini dan presiden hanya menyampaikan kasus pandemi, pencegahan penanganan covid-19 dan kerja.

“Pdahal masih banyak sekali ketimpangan terkait pelanggaran HAM juga kasus korupsi yang marak-maraknya, di situ kami ingin merefleksi kembali aksi kami dari mahasiswa HMI,”ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga menyuarakan bahwa di kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 76 ini, bangsa sedang menghadapi musuh besar yaitu pandemi Covid-19. Oleh sebab itu, pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat, pejabat, pemerintah, dan mahasiswa untuk bersatu memerangi serta mengusir Covid-19.

“Hampir satu tahun setengah bangsa ini berjuang melawan covid-19 banyak yang dikorbankan energi, tenaga, pikiran, duit dan lainya, “teriaknya.

Melihat kondisi masyarakat saat ini di tengah era pandemi persoalan pertama yang dihadapi adalah sosial dan ekonomi. Untuk itu pihaknya mengajak pemerintah, swasta dan lainya bisa ikut ambil bagian dalam proses ini dengan memikirkan dan ikut bagian dalam proses pengentasan ekonomi.

“Menaikkan daya beli masyarakat membantu pangan mereka membantu bahan pokok mereka, selain itu kami mendorong semua pihak, untuk mengawasi bagaimana seluruh elemen kesehatan di Bojonegoro bisa meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan nya,”jelasnya.

Sedangkan Kemampuan keuangan yang menurutnya cukup besar juga harus bisa mengentaskan permasalahan perekonomian usaha kecil dan ekonomi lemah terutama bagi UMKM yang selama ini dianggap mati suri akibat dari pembatasan. Sehingga perlu dipikirkan bersama upaya menggeliatkan dan membangkitkan ekonomi mereka agar mencukupi kebutuhan.

“Aksi kita ini sebagai refleksi untuk acuan kita mengawal antara DPRD pemerintah dan seluruh elemen masyarakat Bojonegoro untuk bersinergi dan bersatu mengusir Covid supaya segera kelar,”ujarnya.

Fajar berharap yang dilakukannya bersama mahasiswa HMI bisa menjadi kesadaran bagi berbagai pihak serta sebagai ungkapan rasa nasionalisme.

“Nanti kedepanya masih banyak kasus yang perlu di selesaikan, masih banyak kasus yang nanti akan kami kawal sampai akhir,”tutupnya. (Mil/Red)

Comment