Akibat Konsleting Listrik, 3 Warga Ngasem Kehilangan Rumah.

BOJONEGORO, Wartaku.Id – Si jago merah yang berasal dari konsleting listrik lahap rumah yang terbuat dari kayu milik 3 warga di desa Sendang Harjo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro sore tadi pukul 15.30 WIB.

Kabid pemadam dan penyelamatan Dinas Damkar Bojonegoro, Ahmad Adi Winarto menjelaskan bahwa api pertama kali diketahui berasal dari salah satu rumah warga (korban) kemudian api menjalar ke rumah yang disebelahnya. Bahan bangunan rumah yang terbuat dari kayu menjadikan api mudah membesar dan menjalar.

“Kebakaran disebabkan oleh konsleting listrik, yang terjadi pada sekitar pukul 15.30 WIB, “tuturnya.

Setelah sekitar satu jam lebih tim Damkar berupaya memadamkan api, akhirnya api berhasil dipadamkan pada pukul 17.30 WIB dengan mengerahkan 8 unit armada milik damkar dan 2 unit armada dari BPBD yang terdiri dari 2 unit pos kota, 1 unit pos ngambon, 2 unit pos padangan, 2 unit pos Temayang, fire comando, 2 unit BPBD) beserta 30 personil.

“Kendala yang kita hadapi adalah adanya proyek pengecoran jalan,” ungkapnya.

3 Warga Ngasem Kehilangan Rumahnya 2

Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini, namun kerugian ditaksir mencapai Rp. 625.000.000,- yang terdiri dari rumah milik Muntiyono (45) warga Rt.07 Rw.02, Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem. Ada dua rumah diantaranya masing-masing berukuran 13 kali 9,5 meter dan 7 kali 13 meter, beserta barang berupa 1 (satu) unit motor, 1,5 ton gabah, 7 (tujuh) almari, 2 (dua) tempat tidur, serta surat berharga lainnya diperkirakan kerugian mencapai Rp. 350 juta.

Selanjutnya, 3 (tiga) unit rumah terbuat dari kayu jati milik Pardi (60) warga RT 07 RW 02, Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, masing-masing berukuran 5 kali 15 meter, 6,7 kali 15 meter, dan 6,5 kali 15 meter. Barang yang lain diantaranya 1 ton gabah, 2 (dua) almari, 3 (tiga) tempat tidur, diperkirakan kerugian mencapai Rp. 300 juta.

Serta rumah terbuat dari kayu jati berukuran 7,5 kali 8 meter milik Gayis (45) warga RT 07 RW 02, Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, terbakar sebagian dan kerugian diperkirakan mencapai Rp. 25 juta.

“Selain pemadaman kita juga memberikan sosialisasi kepada korban dan warga masyarakat setempat terkait bagaimana cara mencegah kebakaran, penanganan awal kebakaran, serta sosialisasi terkait tupoksi Dinas Damkar,” tutupnya. (Mil/Red)

Baca Juga :

Comment