PPKM Turun Level 2, Wisata di Bojonegoro Masih Ditutup.

BOJONEGORO, Wartaku.Id – Kondisi pandemi di beberapa wilayah sudah mulai membaik termasuk Bojonegoro yang sudah turun menjadi wilayah yang menerapkan PPKM level 2, namun sampai saat ini tempat wisata masih belum dibuka.

Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Budiyanto menuturkan bahwa sampai saat ini wisata di Bojonegoro belum resmi dibuka, hal tersebut disebabkan pihaknya masih menunggu surat edaran terkait perizinan membuka wisata pemerintah kabupaten.

“Sampai sekarang masih belum ya, pembukaan mengikuti kondisi wilayah dan kita masih menunggu SK dari bupati,” ungkapnya.

Terkait beberapa wisatawan yang mendatangi tempat wisata, pihaknya memastikan pengelola belum membuka loket. Artinya wisatawan yang berkunjung tersebut memaksa masuk meskipun tempat wisata masih tutup.

Sementara untuk wisata kebun belimbing sendiri, beberapa pedagang memang sudah berjualan di luar area wisata, karena memang pekerjaan masyarakat sekitar merupakan petani dan pedagang belimbing.

“Di sana tetap banyak yang berjualan karena mereka petani belimbing. Mereka berjualan di samping sekitar kebun, kalau wisata intinya sendiri masih belum buka,” jelasnya.

Pembukaan wisata di tengah pandemi tentu akan berbeda dengan keadaan normal. Ada banyak peraturan serta persyaratan yang haru di penuhi, baik oleh pengunjung maupun oleh pengelola wisata sendiri. Hal tersebut sebagai bentuk upaya untuk tetap menjaga agar angka positif Covid-19 tidak naik lagi, sehingga Indonesia terutama Bojonegoro bisa menjadi zona hijau.

“Tentu nanti akan ada perbedaan dari sebelumnya, kita pastikan penerapan prokes harus di jaga dan juga nanti akan ada pembatasan kapasitas pengunjung. Untuk awal mungkin sebanyak 25 % terlebih dahulu sebagai uji coba, “tuturnya.
Sementara itu pihaknya menjelaskan bahwa nantinya setelah mendapatkan surat izin beberapa wisata akan dibuka dengan cara menaati prokes dan membuat memantau kerumunan dengan jumlah maksimal 25% dari kapasitas yang semestinya.

Selama pandemi ada sebanyak 24 wisata yang ada di Bojonegoro termasuk 3 yang dikelola pemerintah daerah dan beberapa yang dikelola desa berhenti total. Meskipun begitu pihaknya memastikan tetap ada perawatan untuk wisata-wisata, karena dengan demikian apabila sewaktu-waktu wisata dibuka, pihak pengelola tidak terlalu repot dengan banyak perbaikan atau sebagainya.

“Semoga segera pulih agar ekonomi masyarakat juga membaik, “pungkasnya. (Mil/Red)

Comment