BOJONEGORO, Wartaku.id – Tanggapi aduan pedagang pasar tradisional Kabupaten Bojonegoro yang tidak mau direlokasi, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro janjikan akan pertemukan pedagang dengan Bupati Bojonegoro.
Temui perwakilan pedagang, Syukur Priyanto selaku pimpinan DPRD Kabupaten Bojonegoro sebut bahwa rencana relokasi pasar dirasa mendadak, bahkan disampaikan secara terbuka bahwa belum pernah terjadi sosialisasi atau pemberitahuan kepada pedagang terkait adanya perpindahan pasar.
“Kami sangat memahami apa yang ada dibenak dan hati para pedagang. Ini yang bikin mereka kecewa terhadap pemerintah daerah (Pemda) ataupun dinas perdagangan, nah ini yang kita sayangkan,” Ungkapnya.
Pihaknya mengaku tidak ingin menghalangi program pemerintah daerah, namun menurutnya Pemda bisa lebih tau isi hati para pedagang bukan hanya sekedar menyiapkan pasarnya saja akan tetapi juga bisa membangun ekonomi masyarakat dari bawah. Bahkan beberapa kabupaten dan kota memerlukan kajian 3 hingga 4 tahun untuk pemindahan pasar dengan melakukan kajian dari segi ekonomi.
“Lha nampaknya ini bukan kajian ekonomi yang berpihak pada keuntungan pedagang tapi berpihak kepada keuntungan kontraktornya,” jelas Syukur.
Menurutnya bisa membangun ekonomi masyarakat dari bawah juga penting, karena untuk membangun ekonomi masyarakat itu tidak mudah, sehingga perlu bicara bersama.
“Bisa saja kita membangun 5-10 pasar karena anggaran ada, tetapi untuk membangun ekonomi masyarakat itu tidak mudah, perlu bicara bersama,” tuturnya.
Menanggapi hal tersebut, Syukur menjanjikan akan mengundang pihak terkait termasuk Bupati Bojonegoro, Kepala Pasar, Satpol PP selaku keamanan dengan tujuan untuk mencari solusi terbaik buat para pedagang dan untuk pemerintah.
“Dalam waktu dekat kami akan mengundang para pihak yang perkompeten dalam hal ini, paling lambat minggu ini hari rabu atau kamis,” terangnya.
Sedangkan Ia berharap Bupati mendengar apa yang menjadi keluhan pedagang dan menginginkan perpindahan ditunda sampai dengan ada titik temu antara pemerintah daerah dengan para pedagang
“Yang perlu kita akomodir itu kan banyak sampai seribu lebih, kita harus tau apa yang menjadi harapan dan keinginan mereka,” tutupnya. (Mil/Red)
Baca Juga :



Comment