by

LSM Jerat dan Warga Desa Putatkumpul Demo BPN Lamongan.

-Hukum-154 views

LAMONGAN, Wartaku.id – Puluhan aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) JERAT (Jaringan Emansipasi Rakyat) bersama warga desa Putatkumpul demo kantor BPN Lamongan,

Mereka melakukan long march dari Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan di Jalan Raya Kepatihan, Sukorejo, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur pada Kamis (19/05/2022).

Kantor Kecamatan Turi Lamongan menjadi titik kumpul mereka guna selanjutnya secara bersama menuju Kantor ATR ( Agraria dan Tata Ruang) / BPN (Badan Pertanahan Nasional) Kabupaten Lamongan yang ada di Jalan Soewoko No.18, Jetis, Kecamatan Lamongan, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur guna menyuarakan aspirasi bersama.

Sebelum perjalanan menuju kantor ART/BPN Lamongan para aktivis dan masyarakat di berikan himbauan oleh IPTU Kusnandar, SH Kapolsek Turi Lamongan terkait penyampaian aspirasi dengan baik tanpa menyalahi aturan yang berlaku.

“Jangan sampai tidak ada hubungannya dengan tuntutan terus teriak teriak, jadi tuntutannya apa itu yang disampaikan”, katanya.

Lebih lanjut Kusnandar menyampaikan, “jangan sampai ada yang anarkis atau melakukan tindak pidana, karena menyampaikan aspirasi dengan tindak pidana itu jelas ranah yang berbeda”, tambahnya.

Dalam perjalanan menuju Kantor ATR/BPN yang di kawal oleh Polres Lamongan dan anggota Polsek Kecamatan Turi, Koramil dan Satpol PP dengan aman selanjutnya mereka melakukan orasi secara bergantian.

Mifta Zaini, S.Pd Ketua LSM JERAT dalam orasinya menyampaikan aspirasinya terkait tuntutan masyarakat Putatkumpul diantaranya :
1. BPN Lamongan segera mengambil tindakan untuk segera memasang patok patok pembatas tanah kepada 1500 pemohon program PTSL di Desa Putatkumpul
2. Kapolres Lamongan di minta profesional dalam penanganan proses kasus PTSL Desaa Putatkumpul yang sudah di laporkan.

Selesai melakukan orasi, Mifta Zaini dan kawan kawan selanjutnya di terima oleh Darmawang, S. ST. M.H Kepala Sub Bagian Tata Usaha BPN Lamongan di ruang pertemuan bersama dengan team dan turut mendampingi pada pertemuan tersebut Kompol Agus Sumbono, SH Kabag Ops Polres Lamongan.

Kepda awak media dalam jumpa pers, Mifta Zaini mengatakan, “Demo hari ini terkait dengan laporan warga Putatkumpul ke polres Lamongan karena di 1500 bidang tanah sampai saat ini tidak terpasang patok, kami sudah melakukan orasi dan di berikan mediasi di terima oleh team BPN Lamongan yang di pimpin pak Darmawang”, katanya

“Terkait patok memang bukan tanggung jawab BPN tetapi merupakan tanggung jawab panitia pokmas yang mana di nominal 600 ribu itu sudah termasuk patok dan pemasangannya sehingga unsur pidananya ada pada pokmas bukan kepada BPN karena terkait swadaya untuk kesepakatan ada di pokmas”, lanjutnya.

Lebih jelas Mifta Zaini mengatakan, “Kedepanya supaya ATR/BPN Kabupaten Lamongan dan APH yang mendampingi bisa mengawasi mulai awal program sampai hingga akhir program”, tambahnya.

Sementara itu, Darmawang, S. ST. M.H Kepala Sub Bagian Tata Usaha BPN Lamongan yang mendapatkan mandat mewakili pimpinan kantor ATR/BPN Kabupaten Lamongan pada saat selesai pertemuan dengan pendemo menolak awak media untuk di mintai keteranganya. (Hen/Red)

Comment