Keluhan Pedagang Tahu dan Tempe, Harga Kedelai Naik Pembeli Menurun.

BOJONEGORO, Wartaku.Id – Pedagang tahu dan tempe keluhkan harga bahan utama pembuatan tahu dan tempe yang kembali naik, terlebih presentase penjualan yang terus menurun.

Salah satu pedagang tempe dan tahu di pasar kota Bojonegoro, Nafi’ah mengaku saat ini harga kedelai kembali naik hingga mencapai 9.600 per kilogramnya dari sebelumnya di bulan Januari seharga 9.000.

“Naik terus sampai sekarang per kilo kedelai harganya 9.000,”ungkapnya.

Terlebih masyarakat yang tidak mau membeli tahu dan tempe dengan harga mahal membuatnya harus berfikir keras untuk meminimalisir kerugian dengan cara memperkecil ukuran tahu dan tempe dari biasanya.

“Kalau harga di naikan orang tidak mau beli, jadi saya perkecil ukuran, “jelasnya.

Pedagang asal Desa Sambiroto, Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro tersebut menjelaskan selain harga kedelai yang naik, penjualanya pun menurut. Hal tersebut bermula saat diterapkanya pembatasan kegiatan masyarakat

berjualan dipasar Kota Bojonegoro mulai dari jam 9 hingga jam 3 sore. Ia berimbuh bawasannya dalam setiap hari, ia menghabiskan 30 kilogram kedelai untuk diolah menjadi 1 bak tahu dan 20 kilogram kedelai yang diolah menjadi 43 tempe ukuran panjang.

“Setiap hari saya menghabiskan kurang lebih 50 kilogram kedelai untuk saya olah menjadi tahu dan tempe,” ujarnya.

Sementara itu, Ia juga menambahkan tidak setiap hari dapat menghabiskan daganganya dan apabila dalam satu hari tahu dan tempenya tidak habis, Ia membagikannya kepada kerabat dan tetangga.

“Kalau Tahu masih bisa di simpan dengan air es untuk bisa dijual besoknya tapi kalau tempe tidak bisa, jadi biasanya saya bagiman, “imbuhnya.

Sampai saat ini, Ia hanya bisa berharap pandemi bisa segera usai dan semua kembali normal, termasuk harga kedelai.

See also  Pemkab Gelar FGD Penyusunan e-RDKK Pupuk Subsidi, Dorong Petani Tak Bergantung Pupuk Kimia.

Baca Juga : https://wartaku.id/ekonomi/hargai-kedelai-naik-pengrajin-tahu-dan-tempe-mengeluh/

“Semoga pasar kembali ramai dan penjualan kita semua stabil seperti dulu,” pungkasnya (Mil/Red)

Comment