by

Pelaksanaan PPKM Darurat, Muhammadiyah Tetap Melaksanakan Ibadah Sosial di Hari Raya Idul Adha.

-Budaya-23 views

BOJONEGORO, Wartaku.Id – Peringatan Hari raya Idul adha yang tinggal tinggal menghitung hari tentunya umat Islam sudah mulai bersiap untuk melaksanakan ibadah baik berkurban maupun menjalankan ibadah sholat idul adha. Namun seiring meningkatnya angka kasus positif Covid-19 yang kembali meningkat, Pemerintah pusat melalui siaran langsung presiden Joko Widodo akan memberlakukan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat.

Pembatasan tersebut meliputi berbagai kegiatan masyarakat termasuk pelaksanaan Ibadah di masjid. Masih menunggu perkembangan lebih lanjut, Sholikin Jamik selaku Wakil Ketua Bidang Kebijakan Publik dan Hukum PD Muhammadiyah Bojonegoro, mengungkapkan bahwa pihaknya akan tetap melaksanakan ibadah sosial berupa berQur’ban di beberapa wilayah pelosok.

“Walaupun nanti sholat IED tidak bisa dilaksanakan dengan sempurna tapi Muhammadiyah tidak akan berhenti untuk menggaungkan ibadah sosial yaitu tetap mengorganisir semangat berkurban,”jelasnya.

Pihaknya juga mengungkapkan bahwa kegiatan berkurban jamaah Muhammadiah sudah terbiasa dilaksanakan dengan mencari dan menyasar di daerah terpencil untuk menyembelih dan memberikan daging kurban secara langsung.

“Saya sendiri nanti akan menyembelih ibadah kurban di desa Tulung, kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro yang terpencil,”ungkapnya.

Sebelumnya, Shollikin Jamik juga menjelaskan bahwa Jama’ah Muhammadiah sudah bersiap untuk memperingati hari raya Idul Adha dengan melaksanakan sholat IED pada tanggal 19 Juli 2021 mendatang dan pelaksanaan qurban di beberapa wilayah.

“Sebelum ada peraturan pemerintah tentang PPKM darurat tentu Muhammadiyah daerah akan mengadakan sholat Idul Adha di hari raya kurban,”Ungkap Sholikin Jamik selaku Wakil Ketua Bidang Kebijakan Publik dan Hukum PD Muhammadiyah Bojonegoro.

Dengan adanya rencana PPKM yang akan diterapkan pada 3 Juli hingga 20 Juli 2021 mendatang, pelaksanaan ibadah sholat Idul Adha masih akan menunggu perkembangan. Menurutnya kalau memang diperbolehkan pelaksanaan sholat IED akan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

“Dengan adanya peraturan pemerintah baru sementara sambil nanti kita tunggu perkembangan ketentuan pemerintah,” pungkasnya. (Mil/Red)

Comment

Artikel