BOJONEGORO, Wartaku.id – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro Kabupaten Bojonegoro lakukan sosialisasi kepada pedagang pasar tradisional kota Bojonegoro untuk persiapan pemindahan ke pasar Wisata Kabupaten Bojonegoro yang terletak di Desa Banjarejo, Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro. Senin, 03/01/2022.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ibu Sekertaris Daerah (Sekda), Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro Kabupaten Bojonegoro, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Perhubungan (Dishub).
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro Kabupaten Bojonegoro, Sukaemi mengungkapkan bahwa pemindahan tersebut sebagai upaya pemerintah untuk menata kota agar aktivitas jual beli aman, nyaman dan bersih.
“Pasar Wisata sudah dilakukan penataan sedemikian rupa dengan sarana dan prasarana yang memadai dan berbagai fasilitas termasuk lemari pendingin untuk menyimpan daging bagi pedagang yang berjualan daging, kamar mandi, parkir, dan pelengkapan sarana prasarana,” ungkapnya.
Di Pasar Wisata sudah ada 1.716 toko los dan lesehan, pedagang pasar Bojonegoro ada 1.199 orang, apabila para pedagang tersebut sudah dipindahkan ke Pasar Wisata Bojonegoro, maka akan dibagi menjadi dua waktu dengan rincian pedagang toko los dan lesehan akan berdagang pukul 06.00 WIB hingga 16.00 WIB. Kemudian untuk jam operasional kedua yakni pukul 16.00 WIB sampai 21.00 WIB akan ditambah pedagang kaki lima (PKL) dan pedagang yang dulu berjualan di Tanggul Bengawan Solo (TBS).
“Karena Pasar Wisata akan beroprasi pukul 06.00 WIB hingga 21.00 WIB. Sedangkan pedagang lesehan yang dini hari sejumlah 265 itu diakomodir di pasar kota baru banjarejo, parkir belakang, karena tidak campur,” katanya.
Jumlah pedagang lesehan yang beroprasi dari pukul 06.00 WIB – 16.00 WIB, kemudian pukul 16.00 WIB-21.00, dan dini hari hingga pukul 06.00 WIB sebanyak 430 orang.
Sedangkan menurut Sukaemi, penempatan dan penataan pedagang akan diundi dan akan dilakukan secara transparan serta adil. Sementara rencana peresmian pasar sendiri akan dilakukan pada tanggal 7 Januari 2022, kemudian 3 hari setelahnya akan dilakukan undian penempatan para pedagang, dan 2 hari setelah pengundian akan dilakukan penempatan.
“Untuk antisipasi kecemburuan maka dilakukan sistem zonasi, sayur dengan sayur, grabah dengan grabah dan penempatan dengan sistem undian,” jelasnya.
Untuk oprasional pasar Wisata sendiri tidak dijual namun disewakan dengan surat perjanjian setahun, sedangkan biaya pembayaran per bulan masih diperhitungkan.
“Untuk januari masih gratis karena baru pindah dan perlu menata sehingga tidak perlu bayar,” terangnya. (Mil/Red)
Baca Juga :



Comment