Gelar Raker, Perkumpulan Penyandang Disabilitas Bojonegoro Rencanakan Peningkatan Produktivitas.

BOJONEGORO, Wartaku.id – Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Bojonegoro Merencanakan kesejahteraan masyarakat yang memiliki keterbatasan fisik dengan meningkatkan produktivitas melalui pelatihan.

Rencana tersebut dibahas dalam rapat kerja cabang yang diselenggarakan di Kecamatan Margomulyo dengan tema semangat disabilitas tangguh menuju perubahan. Hadir dalam kegiatan tersebut 80 anggota PPDI, Kepala Dinas Sosial Bojonegoro, Camat Margomulyo, Danramil margomulyo, Polsek margomulyo, Kepala desa dan perangkat desa Sumberrejo serta anggota PPDI DPC Ngawi.

“jadi yang dilaksanakan oleh kami pelatihan bagi teman-teman penyandang cacat produktif, ini setiap tahun kita laksanakan,” ungkap Kepala bidang pauanan dan rehabilitasi sosial, Adi Santoso.

Namun, kegitan pelatihan tersebut dilakukan dengan jumlah peserta terbatas disebabkan keterbatasan anggaran dana yang di miliki oleh pengurus. Sementara di tahun 2023 nanti, pihaknya sudah merencanakan kegiatan pelatihan tata boga dan handicraft bagi penyandang disabilitas.

“kami akan fasilitasi teman-teman, termasuk slaah satunya adalah pelatihan yang di gelar oleh UPT insyaalloh kami akan siap untuk memfasilitasi bahkan mengantarkan teman teman sampek di tujuan sana,” terangnya.

Menurutnya beberapa kali mendapatkan informasi dari UPT milik dinas sosial provinsi, terkait pembukaan pelatihan dan keterampilan bagi penyandang disabilitas sehingga siapapun yang berminat ikut dan memenuhi syarat dapat memanfaatkan kesempatan tersebut.

“Tujuan yang pertama pelatihan untuk meningkatkan keterampilan, kedua mentalnya juga di gembleng agar kuat dan lebih mandiri dan ketiga bisa meningkatkan kesejahteraan secara personal jadi jangan hanya berasumsi disabilitas tidak bisa menghasilkan justru dengan kekurangan yg ada bisa menciptakan kelebihan kelebihan yg mungkin orang normal seperti saya itu tidk bisa,” tuturnya.

Adi menambahkan apabila menjumpai penyandang disabilitas yang sakit, untuk disampaikan kepada pihaknya, sebab ada bantuan uang bagi penyandang cacat kronis setidaknya untuk membantu biaya hidup.

Sedangkan, Arwan selaku Kepala Dinas Sosial menyebutkan bahwa PPDI harus bisa membaca peluang baik dari kebijakan baru pemerintah maupun perubahan sosial di masyarakaat.

“Karena PPDI bukan hanya dinaungi dinsos saja melainkan instansi-instansi lain yang terkait misalnya masalah ketenagakerjaan bisa di Disperinaker, atau masalah permodalan bisa di Dinas Perdagangan dan usaha mikro,” jelasnya.

Tidak hanya itu, Arwan menyebutkan bahwa PPDI juga harus memiliki data disabilitas di Bojonegoro mulai dari yang aktif maupun yang tidak aktif, disabilitas yang membutuhkan kursi roda atau kaki maupun tangan palsu.

“Setidaknya PPDI punya data karena laporan kerja ini bukan hanya untuk yang aktif saja karena mungkin mereka tidak bisa aktif atau bahkan mereka tidak peduli, karena rencana kerja/ rapat kerja tidak hanya untu orang-orang yang aktif saja tetapi sebenernya secara konteks umum,” terangnya.

Arwan yang juga sebagai pembina utama muda tersebut menambahkan bahwa pengurus harus memiliki jiwa keikhlasan yang besar serta kesabaran yang tinggi, karena tidak semua orang menerima kebaikan dengan sisi positif. (Mil/Red)

Comment