TUBAN, Wartaku.Id – Pembangunan jembatan Glendeng di wilayah Desa Simo, Kecamatan Soko yang merupakan sarana penghubung Kabupaten Tuban dengan Kabupaten Bojonegoro hingga saat ini terus dilakukan dan sudah mencapai 73 %. Rabu, 24/11/2021.
Sebelumnya jembatan tersebut mengalami longsor di sisi utara pada 3 November 2020, akibat hujan deras yang menggerus bagian pondasi jembatan. Proses pembangunan yang dimulai sejak tanggal 6 September 2021 tersebut saat ini sudah dalam tahap pembesian pilar.
“Sekarang pada tahap pembesian pilar jembatan, prosentase pekerjaan kurang lebih 73%,” ungkap Andi Setiawan, selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jembatan Glendeng.
Sementara itu, sampai saat ini pihaknya masih berusaha agar penyelesaian pembangunan jembatan Glendeng bisa sesuai dengan target waktu yang sudah ditentukan, sehingga tahun depan sudah bisa difungsikan.
“Target waktu sesuai kontrak sampai 24 desember Mbak, semoga tahun depan sudah bisa dilewati,” jelasnya.
Berdasarkan informasi dari website resmi Pemkab Tuban, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Tuban, Agung Supriyadi, SE., mengungkapkan, Pemkab Tuban alokasikan anggaran pembangunan jembatan Glendeng mencapai Rp 4,17 miliar yang bersumber dari APBD Tuban tahun 2021
“Direncanakan proses pembangunannya kurang lebih empat bulan. Hari ini sedang dilakukan mobilisasi alat yang akan digunakan,” ungkap Agung Supriyadi, pada Kamis (09/09/2020).
Pembangunan jembatan sendiri mencakup dua item. Pertama, pembangunan jembatan penghubung 20 meter di sisi Desa Simo. Kedua, perbaikan jembatan Glendeng yang mengalami kerusakan.
“Jadi, bagian Jembatan Glendeng yang rusak akan diangkat untuk diperbaiki dan ditambahi jembatan penghubungnya ke arah utara,” tuturnya. (Mil/Red)



Comment