Ratusan Sekolah Dasar di Bojonegoro Alami Rusak Ringan dan Berat, Jumlah Tersebut Bertambah Dengan Ambruknya SD Ngasem.

BOJONEGORO, Wartaku.id – Sebanyak 227 sekolah dasar negeri (SDN) di Kabupaten Bojonegoro alami kerusakan mulai dari rusak ringan hingga rusak berat. Data tersebut bertambah dengan ambruknya SDN Ngadiluwih Kecamatan Ngasem Kabupaten Bojonegoro pada 3/02/2024 kemarin.

Berdasarkan data assesment Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro pada tahun 2022, jumlah sekolah yang mengalami kerusakan sebanyak 227. Terdiri dari rusak sedang sebanyak 105 ruang dan rusak berat sebanyak 122 ruang.

Kerusakan tersebut termasuk SDN Ngadiluwih, Kecamatan Ngasem Kabupaten Bojonegoro yang sebelumnya di laporkan mengalami kerusakan sedang dan telah di lakukan pengkosongan kelas sejak 15 Desember 2023. Namun, tidak lama kemudian ruang kelas tersebut mengalami ambruk tepatnya pada 3/01/2024 sekitar pukul 06.15 WIB.

“Bangunan SDN Ngadiluwih tersebut diajukan Desember kemarin dengan kerusakan plafon, ” Terang Zamroni selaku Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Dinas pendidikan Kabupaten Bojonegoro.

Untuk sementara, kegiatan belajar mengajar siswa tepatnya kelas 5 dan 6 di alihkan ke ruang yang lebih aman hingga dilakukan perbaikan.

“Akan kami ajukan perbaikan di tahun 2024 ini,” Jelasnya.

Selanjutnya di tahun 2023, Dinas Pendidikan telah merehab sebanyak 147 ruang yang bersumber dari APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) sebesar Rp 40 milyar. Sehingga, saat ini masih ada 80 gedung yang perlu perbaikan.

“Kami terkendala Sumber Daya Manusia (SDM) di sini, karena nitanenya semu yang di bidang sarpras ini adalah background pendidik,” Terangnya.

Menurut Zamroni perlu adanya bidang sarana prasarana dengan SDM yang mumpuni dalam bidangnya sehingga dapat menunjang rehabilitas ruang kelas.

“Setidaknya membutuhkan Sarjana Teknik yang mumpuni di bidangnya, Jadi Bidang Dikdas bisa lebih fokus mengurusi perihal mutu pendidikan,” Ujarnya.

See also Tinggal 21 Hari Dari Target Waktu yang Ditentukan, Pembangunan Jembatan Glendeng Capai 73%.

Hingga saat ini, pihaknya telah mengajukan untuk adanya bidang sarana prasarean dan sudah di tahap presentasi di ortala (Organisasi dan Tata Laksana) Pemkab Bojonegoro. (Mil/Red)

Comment