Dipasang Portal, Pengguna Jalan Jembatan Glendeng Alami Macet Hingga Terperosok.

BOJONEGORO, Wartaku.id – Dipasang portal akibat amblesnya beberapa sisi Jembatan Glendeng, pengguna jalan dari Kabupaten Tuban menuju Kabupaten Bojonegoro mengalami kemacetan, bahkan beberapa mobil terperosok ke sisi jalan karena menghindari portal dan karena sempitnya jalan.

Dari pantauan wartaku.id di lokasi, kemacetan terjadi di sisi utara jembatan. Sementara tepat di perempatan Desa Simo, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban sudah terpasang spanduk larangan melintas bagi kendaraan roda enam. Sedangkan Sejumlah mobil roda empat tampak antre untuk melewati jembatan karena ada penyempitan jalan akibat terpasangnya portal.

“Macet karena harus pelan ada portal, kalau tidak, bisa menabrak portal bahkan bisa terperosok jatuh dari jalan,” ungkap Nur salah satu pengguna jalan.

Selain itu, beberapa mobil juga sempat terperosok di sisi jalan yang terpasang portal, terlebih tanah di sisi jalan yang terbuat dari cor tersebut diguyur hujan yang menyebabkan ambles saat dilewati kendaraan.

“Memang harus hati-hati dan pelan-pelan, posisi kendaraan harus lurus, dari tadi saya di sini mengingatkan kendaraan agar tidak terlalu ke tepi jalan karena bisa jatuh ke tanah yang basah jadi ambles,” ungkap Maefa penjaga warung di sekitar jembatan.

Bahkan salah satu kendaraan yang sempat terperosok harus di dorong dengan bantuan warga sekitar agar bisa kembali ke jalan. Selain adanya portal, kemacetan juga terjadi akibat adanya batu pedel putig di sisi Timur Jembatan sebelah Desa Simo yang digunakan untuk menimbun retakan jembatan.

“Ini buat retakanya, hari ini datang dua trek kemungkinan akan datang lagi tapi besuk,” ungkap salah satu pegawai penimbun pedel.

Menurutnya, batu pedel akan terus didatangkan hingga pondasi di bawah jembatan penuh. Penimbunan tersebut akan dilakukan secara bertahap karena dapat menimbulkan kemacetan jalan.

“Masih akan datang lagi tapi belum tau berapa trek, yang pasti bertahap sebab ini memakan jalan jadi macet,” jelasnya.

Sebelumnya jembatan mengalami kerusakan di sisi Utara tepatnya di Desa Simo, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban dan baru saja selesai diperbaiki dan di buka untuk kendaraan umum pada 4 Februari 2022 lalu.

“Ambles lagi dari sekitar minggu lalu di tembok bagian kanan dan kiri jembatan,” ungkap Maefa.

Menurutnya, faktor kerusakan tersebut akibat hujan dengan intensitas tinggi dan juga arus Bengawan Solo yang deras serta naik dan turunya volume air. Akibatnya, kendaraan roda enam dilarang untuk melintas dan dipasang spanduk larangan melintas bagi kendaraan roda enam serta portal sebelum jembatan. (Mil/Red)

Comment