by

Pelaksanaan MPLS Online, Cabdindik Tekankan Penumbuhan Akhlak Mulia dan Karakter Yang Bernilai Pancasila Pada Siswa.

BOJONEGORO, Wartaku.Id – Memasuki tahun ajaran baru (TAB) siswa baru akan dikenalkan dengan lingkungan sekolah sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai. Namun berbeda dari tahun sebelumnya, Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang masih dalam situasi pandemi Covid-19 dilakukan secara daring atau online. Di Bojonegoro sendiri MPLS serentak di mulai pada hari ini senin, 12/06/2021 hingga empat hari mendatang.

Meskipun dilaksanakan masih dalam masa pandemi, MPLS yang seharusnya dilaksanakan secara tatap muka, kali ini diharuskan menghindari kerumunan dan membatasi tatap muka sehingga dilaksanakan secara online. Namun demikian bukan hambatan untuk belajar dan menimba ilmu.

“Meskipun online, jangan di jadikan sebagai hambatan untuk menimba ikmu dan di MPLS online ini saya tekankan untuk penumbuhan akhlak mulia atau karakter yang bernilai pancasila” Ungkap Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Bojonegoro – Tuban, Adi Prayitno, S.Pd., M.M.

Menurutnya, sekolah memiliki kewajiban melakukan MPLS serta menjadwalkan materi yang diajarkan sedangkan siswa baru juga wajib untuk mengikuti. Sebagai pengembangan IT digital pelaksanaan bisa dilakukan melalui aplikasi Zoom maupun live streaming YouTube.

“Yang terpenting pakek media digital dan prosesnya antara peserta didik dan sekolah ini mudah atau bisa mengikuti semua,” jelasnya.

Tujuan MPLS sendiri sebagai pengenalan lingkungan sekolah baru sebagai tempat menimba ilmu bagi siswa didik baru, meliputi seluruh aspek yang ada di sekolah mulai dari personal kepala sekolah, waka dan guru” terus juga dikenalkan sarana prasarana yang ada di sekolah, ekskul, intrakultural, mata pelajaran, mengenalkan budaya dan tatib sekolah, kepengurusan OSIS dsb.

Meskipun pelaksanaan MPLS online tidak seratus persen efektif, namun diharuskan untuk menyesuaikan dengan situasi saat ini yang termasuk paradigma baru dan mau tidak mau harus menerima.

“Kalau langsung bertemu kan lebih ada interaksi prosentasenya bisa maksimal namun saat ini dapat musibah maka kita juga harus bisa menyesuaikan diri dengan situasi saat ini,”terangnya.

Dalam pembelajaran online, pihaknya juga menuturkan sebagai sebatas pitutur luhur yang memberikan nasehat dan mengingatkan kepada peserta, disamping itu meminta kerjasama dari orang tua dalam hal pendidikan anak.

“Kita sebatas pitutur luhur, nasehat pada peserta dan mengingatkan dan itupun kerja saama orang tua karena lebih banyak waktu dirumah karena maslah pendidikan tidak bisa terputus di lembaga atau sekolah tapi meliputi sekolah, orang tua dan masyarakat,”pungkasnya. (Mil/Red)

Comment

Artikel