by

Syukur Priyanto Tegaskan Tidak Ambisius Jadi CEO Persibo.

BOJONEGORO, Wartaku.Id – Sempat diminta sebagai manager atau ketua umum dari Persibo, Sukur Priyanto mengaku tidak memiliki ambisius untuk menduduki kursi Chief Executive officer (CEO), bahkan Ia mengaku baru menerima permintaan dari suporter setelah empat kali menolak dan melihat dari suporter yang sudah apatis dan capek mencari orang yang bisa membawa persibo.

Sukur priyanto yang juga merupakan wakil ketua DPRD Bojonegoro, menegaskan telah melakukan penolakan bahkan Ia bersedia untuk menjadi CEO Persibo setelah memastikan Abdullah Umar sudah mundur dari managemen persibo.

“Kalau tidak ada pernyataan pengunduran diri dan pernyataan tidak mungkin seorang Sukur Priyanto seorang wakil ketua DPRD mau di permalukan seperti ini, “tegasnya.

Menurutnya tidak menjadi menager tidak masalah sementara saat ini jika bukan karena namanya disodorkan menjadi CEO, maka tidak akan terjadi aksi damai dan pertemuan dengan suporter Bojonegoro bersatu dengan Abdullah Umar serta Sally Atyasasmi.

Sementara, Sukur Priyanto juga mengungkapkan ada nya ketakutan bahwa persibo akan di bawa ke ranah politik, padahal dalam prinsipnya tidak ada hubunganya dengan pemilihan 2024, hal tersebut dianggapnya terlalu dini dan masih terlalu jauh.

“Sekali lagi saya tegaskan bahwa saya di datangi 3 hingga 4 kali dan saya menolak, itu menunjukkan bahwa saya bukan orang yang ambisius untuk menjadi manager persibo, “tegas Sukur Priyanto.

Meskipun begitu, Ia mengaku merupakan salah satu orang yang menginginkan peduli persibo bangkit kembali dan meskipun namanya tidak ada dalam struktural namun Ia siap membantu baik tenaga maupun fikiran bahkan juga material.

“Saya janji akan membantu tidak hanya tenaga dan fikiran, bahkan duit saya bantu, “katanya.

Menanggapi pernyataan dari Abdullah Umar yang merasa sakit hati mendapat banyak kritikan serta hujatan, Wakil ketua DPRD tersebut mengungkapkan bahwa terkait hujatan di Media Sosial merupakan hal yang wajar bagi pejabat publik dan jika tidak mau dihujat maka jangan menjadi pejabat.

“Ketika rakyat menghujat kepada kita artinya kita masih mendapatkan perhatian dari rakyat, rakyat menginginkan kita memperbaiki diri, “tuturnya.

Selain itu, Ia juga menjelaskan jika tidak mau dibawa keranah politik seharusnya tidak ada orang politik di dalamnya dan jika Bupati ingin terlibat sudah seharusnya membantu baik logistik maupun target juga harus ikut andil.

“Saya ingin yang terbaik buat masyarakat Bojonegoro dan Persibo, tapi jika bupati ingin terlibat ini matursuwun tapi tidak hanya omongan, ” (Mil/Red)

Comment

Artikel