by

Sebanyak 30 Sertifikat Halal Diberikan Secara Gratis Kepada Pelaku Industri.

BOJONEGORO, Wartaku.Id – Forum industri kecil Jawa Timur bekerja sama dengan BPJPH (Badan Penyelenggara jaminan produk halal) selenggarakan program pemberian bantuan berupa sertifikat halal secara gratis dan diserahkan kepada 30 pelaku industri, pada Senin, 07/06/2021, bertempat di kantor Badan Koordinator Wilayah (Bakorwil) Kabupaten Bojonegoro.

M. Oskar selaku ketua umum IKM (Ondustri Kecil Menengah) Jawa Timur, mengaku bahwa acara ini merupakan realisasi dari ibu Dyah Wahyu Ermawati, kepala Bakorwil II pada akhir tahun lalu untuk pelaku industri yang mengajukan sertifikat halal, khususnya Kabupaten Bojonegoro dan Tuban sekitar wilayah Bakorwil.

“Realisasi dari kegiatan ini bahwasanya dari beberapa pelaku industri yang mengajukan sertifikasi halal sudah bisa mendapatkan sertifikasi halal,”ungkapnya.

Ada sebanyak 30 pelaku industri yang menerima sertifikat halal pada siang tadi, 20 diantaranya merupakan pelaku industri dari kabupaten Bojonegoro, sedangkan 10 lainya merupakan pelaku industri dari kabupaten Tuban.

“Produk sertifikat pelaku industri makanan dan minuman yang khususnya memiliki produk edar cukup panjang karena yang diberikan spesialis adalah pelaku industri khususnya untuk meningkatkan produktifitas dan pasar yang lebih luas,”jelasnya.

Pembagian sertifikat halal secara gratis tersebut diharapkan dapat mendongkrak produktifitas dari pelaku industri khususnya yang ada di Bojonegoro dan Tuban. Selain itu, adanya produk bersertifikat halal meyakini bahwa produknya benar-benar aman untuk dikonsumsi khususnya bagi orang islam.

“Harapan kedepan kami ingin selalu melihat produk Indonesia ke sampai ekspor ke luar negeri, “harapnya.

Sementara itu, salah satu pelaku IKM, Endah merasa senang. Karena telah mendapatkan sertifikat halal yang telah ia tunggu selama 1 bulan lebih. Sertifikat halal yang dinantikan banyak pelaku IKM ternyata pengurusan perizinannya tak cukup mudah.

Selain beberapa produk yang harus sesuai standar, beberapa persyaratan seperti dokumen berupa daftar produk, daftar bahan dan dokumen bahan, daftar penyembelihan (khusus RPH), matriks produk, manual SJH, diagram alur proses, daftar alamat fasilitas produksi, bukti sosialisasi kebijakan halal, bukti pelatihan internal, dan bukti audit internal.

“Dengan dibantu komunitas, jadi kita merasa sedikit lebih mudah dalam pengurusan cap halal ini terlebih ini gratis, dan kita mempersiapkan semuanya bersama-sama dengan teman-teman IKM yang lain,” ungkap pelaku usaha kurma jawa tersebut. (Mil/Red)

Comment

Artikel