Perayaan Hari Jadi Bojonegoro ke 343 di Tengah Pandemi.

BOJONEGORO – Hari Jadi Kabupaten Bojonegoro tahun ini, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Namun di usianya ke 343 tahun ini, perayaan Hari Jadi Bojonegoro (HJB) berlangsung sederhana. Sebab, masih dalam suasana Pandemi Covid-19.

Rangkaian kegiatannya, yakni pengambilan api abadi dari lokasi wisata Khayangan Api di Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, kemudian dibawa ke Pendopo Malowopati Pemkab Bojonegoro. Api kemudian disemayamkan di pendopo oleh Bupati Bojonegoro.

Sebelumnya, Bupati bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) juga melakukan ziarah ke makam leluhur Kanjeng Haryo matahun di Kecamatan Dander dan makam Raden Bagus Lanching Kusumo di Kecamatan bubulan. Ziarah ke makam leluhur ini adalah bentuk rasa hormat kepada para leluhur yang telah berjasa untuk Kabupaten Bojonegoro.

Bupati Bojonegoro, Anna Muawanah mengatakan, pada perayaan Hari Jadi ke 343 tahun ini, tetap menggunakan protokol kesehatan. Dijelaskan pula, jika pada tahun ini kemasannya sederhana, namun tidak merubah arti seperti tradisi sebelum-sebelumnya.

“Yang penting kita semua tetap paham dan mengerti bagaimana sejarah, cikal bakal Bojonegoro dan tetap menghormati para leluhur terdahulu,” kata Bupati Anna.

Sementra, untuk tema HJB ke 343 tahun ini yaitu : “kerja, maju, dan berprestasi bersama” dengan arti terus bekerja untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, dan semangat maju untuk bersama. (Suk/Aha/Red)

See also Filosofi Thowaf.

Comment