Pemkab Rekomendasikan Pengendalian Hama yang Ramah Lingkungan.

BOJONEGORO – Para petani di Kabupaten Bojonegoro akhir-akhir ini mengeluhkan serangan hama tikus pada tanamannya. Berbagai cara juga sudah dilakukan petani untuk megendalikan hama tikus di sawah, dengan metode yang beragam. Untuk mengatasi hama tikus ini, Dinas Pertanian Pemkab Bojonegoro, telah merekomendasikan pengendalian hama yang ramah lingkungan.

“Kami telah merekomendasikan pengendalian hama yang ramah lingkungan. Jadi tidak hanya hama tikus tapi hama pada tanaman pangan yang lain. Seperti wereng, ulat, penggerek batang dan lain sebagainya,” jelas Kepala Dinas Pertanian Pemkab Bojonegoro, Helmy Elizabeth.

Dijelaskan Helmi, ada berbagai metode ramah lingkungan dan aman, yang bisa dilakukan untuk pengendalian hama. Seperti kropyokan yang dilakukan secara serentak. Ada juga metode pengemposan atau fumigasi pada lubang aktif tikus. “Metode ini menggunakan asap pada lubang-lubang tikus dan pengumpanan dari gabah dicampur dengan obat, dan diumpankan ke tikus-tikus tersebut,” jelasnya.

Metode pengendalian hama yang ramah lingkungan ini telah disosialisasikan melalui Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan Pengamat Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), serta petugas dari provinsi yang ada disetiap kecamatan.

“Masyarakat diajak dengan gerakan pengendalian bersama. Tentunya menggunakan metode yang ramah lingkunagan, menggunakan pestisida dengan dosis yang tepat, waktu dan cara yang tepat,” tambahnya.

Diharapkan, dengan metode ramah lingkungan ini tidak ada lagi petani yang membasmi hama tikus dengan menggunakan jebakan listrik, yang juga membahayakan keselamatan orang lain. “Petani seringkali ingin hasil yang instan, alasannya dengan sengatan listrik itu lebih efektif karena lebih cepat membunuh tikus lebih banyak dengan semalam. Tetapi mereka lupa bahwa ada hal-hal yang membahayakan mereka sendiri ketika menggunakan dengan metode listrik itu. Dan itu tidak kami rekomendasikan,” tandasnya.

See also  Pemkab dan DPRD Bojonegoro Bahas Empat Raperda.

Diharapkan, sudah tidak ada lagi jebakan tikus listrik yang dipasang di sawah dan membahayakan nyawa orang lain. Sehingga, petani aman, dan sektor pertanian tetap terjaga. (Ayu/Aha/Red)

Comment