BOJONEGORO, Wartaku.id – Pasar waisata yang menjadi andalan Pemkab Bojonegoro yang berada di jalan Kopral Kasan, Kecamatan Kota, Kabupaten Bojonegoro diresmikan secara langsung oleh Bupati Bojonegoro pada Jum’at, 07/01/2022.
Peresmian tersebut dihadiri oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, Imam Sholikin, Bupati Bojonegoro Anna Muawanah, Dinas Perdagangan Sukaemi, Dinas Pembangunan Umum Cipta Karya dan pihak terkait.
Bupati Bojonegoro, Anna Mu’awanah dalam sambutanya mengungkapkan pembangunan Pasar Modern tersebut telah direncanakan pada tahun 2019 yang lalu dan termasuk 17 program besar pemerintah kabupaten yaitu RPMj (rencana pembangunan jangka menengah pemerintah).
“Salah satu program pemerintah yaitu relokasi pasar,” ungkapnya.
Menanggapi permasalahan terkait jaminan ramainya penjualan, Bupati sebut Pemkab juga akan mengupayakan untuk hal tersebut, termasuk salah satunya mengimbau kepada Sekretaris Daerah Bojonegoro agar mengajak dan mewajibkan seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS), serta THL untuk berbelanja di pasar wisata.
“Nanti Bu Asda tolong semua PNS wajib berbelanja di pasar wisata, agar segera ramai,” jelasnya.
Pihaknya juga mengungkapkan setelah pasar di resmikan, seluruh pedagang pasar kota diharapkan untuk bersiap melakukan perpindahan karena pemkab akan terus melakukan proses refitalisasi lahan.
“Kami harapkan pedagang pasar lama melakukan persiapan karena pemkab juga akan melakukan program ini tahapan tahapan seterusnya,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PKP Cipta Karya Bojonegoro, Adie Witjaksono, mengatakan dana pembangunan pasar wisata bersumber dari APBD Kabupaten Bojonegoro Tahun Anggaran 2021, dengan nilai pagu sebesar Rp. 73.645.752.000,00.
“Luas pasar 15.335,6 meter persegi dan terdiri dari dua bangunan yaitu Gedung A dan Gedung B masing-masing dua lantai, di dalamnya terdapat sebanyak 206 kios, 951 los basah dan 559 los kering,” tuturnya.
Jumlah tersebut sudah diperhitungkan untuk bisa menampung pedagang yang saat ini ada di pasar Bojonegoro. Sejumlah fasilitas juga disediakan untuk menunjang pasar yang berkonsep bersih tersebut, mulai dari mushola, ruang pendingin untuk daging, dan sebagainya.
“Konsep pasar ini makanya dinamakan pasar wisata ini adalah bersih tidak kumuh makanya dibuat los dan bidag banyak jadi tidak ada pedagang di pojok.
Kita harap ini jafi pasar wisata,” jelasnya. (Adv/Mil/Red)



Comment