by

Tidak Perlu Panik Hewan Ternak Terjangkit PMK, Kenali Gejalanya.

BOJONEGORO, Wartaku.id – Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) mewabah di beberapa Kabupaten, gejala yang paling tampak pada hewan yang terjangkit adalah adanya luka di mulut dan kaki.

Sugiharti S Rahayu, selaku Kepala bidang Kesehatan Hewan, Dinas Peternakan dan Perikanan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, mengungkapkan PMK disebabkan oleh virus dan sangat mudah menular serta bersifat akut.

“Ada beberapa gejala yang perlu dikenali agar mempercepat penanganan,” ungkapnya.

Pertama hewan ternak yang terserang wabah PMK akan mengalami demam tinggi berkisar 39 hingga 41 drajat celsius, kemudian di mulut hewan akan mengeluarkan busa atau saliva.

“Di mulutnya ada luka-luka dan melepuh,” Ucapnya.

Hal tersebut juga mempengaruhi pola makan hewan ternak menurun, sedangkan di kakinya ada luka yang menyebabkan kukunya pecah, jika sudah parah hewan akan pincang atau tidak bisa berdiri tegak.

“Karena pola makan turun, berat badan hewan juga turun bagi sapi potong dan kualitas susu juga menurun bagi sapi perah nah ini yang mempengaruhi ekonomi masyarakat, akan tetapi daging masih aman untuk di konsumsi,” ujarnya.

Sementara, cara penularan PMK bisa melalui kontak secara langsung antar hewan ternak, bisa lewat udara dan bisa lewat benda-benda disekitar.

“Bisa benda lain yang terkena saliva, misalnya dari petugas yang kurang bersih misalnya setelah menangani satu hewan yang terjangkit kemudian tidak mengganti sarung tangan atau baju dan menangani ke hewan lain,” katanya.

Jika menjumpai gejala seperti diatas, pihaknya meminta untuk peternak segera melaporkan kepada petugas terdekat baik paramedik maupun non medik agar segera ditangani, sehingga bisa dikarantina atau dilakukan tindakan lain sebelum menyebar.

“Setelah mendapat laporan petugas akan melakukan observasi, kemudian apabila mengarah kepada PMK maka kami akan mengambil sample untuk di tes di laboratorim, positif terjangkit,” jelasnya.

Ia juga menambahkan agar peternak tidak panik, karena meskipun penularanya tinggi namun tingkat kematianya rendah dan dapat disembuhkan. (Mil/Red)

Comment

Artikel