by

Pandemi Covid, Limbah Medis Rumah Sakit Meningkat.

BOJONEGORO, Wartaku.Id – Dampak dari pandemi Covid-19 juga berpengaruh negatif terhadap lingkungan hidup, salah satunya adalah volume limbah sampah medis atau termasuk limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B13) yang meningkat.

Menurut Kepala bidang persampahan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro, Muhayanah mengungkapkan bahwa untuk sampah sendiri hampir setiap tahun mengalami peningkatan, meskipun peningkatan tersebut tidak langsung signifikan.

“Peningkatan ada tapi tidak terlalu signifikan, “ungkapnya.

Timbunan limbah medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. R. Sosodoro Djatikusoemoe terhitung bulan Juni ada sebanyak 4.014 kilogram timbunan limbah Covid-19 dan 10.499 kilogram timbunan limbah medis non Covid-19.

Sementara itu saat ini di Bojonegoro hanya ada dua fsilitas kesehatan yang mengelola limbah medis secara mandiri, yaitu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. R. Sosodoro Djatikusoemoe dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Padangan.

“Rs Padangan dan Rs Sosodoro itu sudah punya incenerator untuk proses pembakaran, yang lain-lain dikelola dengan melibatkan pihak ke-3 tentu yang sudah memiliki izin dari kementerian Lingkungan Hidup, “jelasnya.

Tidak berhenti di situ, ashes atau abu dari hasil pembakaran tersebut masih harus dikelola atau dibuang ke Pemunah Limbah Industri (PLI) yang berada di Surabaya.

“Di kabupaten Bojonegoro masih belum ada jadi tetap dikerjasamakan dengan pihak ke-3,” imbuhnya.

Disamping meningkatnya limbah B3 di Rumah Sakit, pengetahuan masyarakat (Mil/Red)

Comment

Artikel