by

Kasus Covid-19 Di Bojonegoro Meningkat.

BOJONEGORO, Wartaku.Id – Jumlah pasien positif Covid-19 yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) DR. R. Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro mengalami peningkatan. Selain jumlah meningkat, juga ditemukan pasien positif Covid-19 varian India B1617.2 atau varian delta beberapa waktu terakhir.

Menurut Humas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro, drg Thomas Djaja, mengungkapkan bahwa jika kasus Covid-19 terus meningkat dikhawatirkan jumlah Bed Occupancy Rate (BOR) yang ada di RSUD penuh.

“Bed yang tersedia sebanyak 104, sedangkan saat ini sudah terisi 64,”ungkapnya.

Peningkatan terjadi dimulai pada Minggu (13/06/2021) dan masih terus meningkat hingga saat ini. Bahkan jika biasanya hanya ada 20 orang positif Covid-19 yang dirawat, saat ini meningkat menjadi 64 pasien postif covid-19.

“Kalau terus meningkat dikhawatirkan ruangan akan penuh, “jelasnya.

Sementara itu, Covid-19 varian India yang sudah teridentifikasi di Bojonegoro ini dianggap memiliki tingkat penularan yang terbilang cukup cepat dibanding dengan varian Ciovid-19 yang biasanya.

“Covid-19 varian India ini penularannya sangat cepat dan mendadak. misalkan ada pasien yang tiba-tiba sesak nafas, baru akan ditangani dokter tiba-tiba meninggal dunia. Seperti kita lihat kasus-kasus di India,” terangnya.

Untuk itu, ia menghimbau kepada masyarakat agar tetap menerapkan protokol kesehatan 5 M, yaitu memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilisasi dan interaksi.

“Masyarakat harus tahu bahwa Covid-19 ini tidak dibuat-buat oleh dokter karena memang faktanya ada. Dan jangan lupa terapkan 5 M,” imbaunya.

Ia juga meminta kepada masyarakat untuk melakukan vaksinasi agar menambah kekebalan tubuh, meski vaksinasi tidak 100 persen untuk menangkal covid-19, namun setidaknya tubuh akan mendapat imun lebih.

“Dan ditegaskan lagi, sudah vaksin bukan berarti bisa terhindar dari tertular virus jadi meskipun sudah vaksin masih bisa terkena virus, oleh sebab itu masyarakat harus tetap memakai protokol kesehatan meskipun sudah vaksin, “pungkasnya. (Mil/Red)

Comment

Artikel