Penuhi Tuntutan Pendemo PMII, DPRD Bojonegoro Nyatakan Sikap Tolak Kenaikan BBM.

BOJONEGORO, Wartaku.id – Penuhi tuntutan pedemo yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang melakukan aksi pada 12/09/2022 lalu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah(DPRD) Kabupaten Bojonegoro nyatakan sikap tolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). 17/09/2022

Sebelumnya masa melakukan aksi penolakan kenaikan BBM bersubsidi dengan mendatangi kantor DPRD, serta meminta wakil rakyat Bojonegoro untuk melakukan konferensi pers di depan media dengan pernyataan penolakan kenaikan BBM dengan kurun waktu hingga 19/09/2022. Berdasarkan keputusan lembaga, dengan kesepakatan oleh seluruh anggota, DPRD Bojonegoro merilis ketegasan sikap dalam menolak kenaikan BBM.

“Hari ini, kami dari lembaga DPRD dengan tegas menolak kenaikan BBM,” ungkap Sukur Priyanto selalu wakil ketua DPRD Bojonegoro.

Bukti penolakan tersebut disertai dengan surat pernyataan dan ditandatangani oleh seluruh pimpinan DPRD. Ada sebanyak 8 fraksi dalam DPRD Bojonegoro, 7 diantaranya sepakat untuk menolak kebijakan pemerintah pusat yang menaikan BBM saat ini.

“Ada tujuh Fraksi yang menolak kenaikan BBM, sedangkan satu Fraksi tidak menyatakan sikap yaitu Fraksi PDI Perjuangan,” Ungkapnya

Menurutnya meskipun masing-masing fraksi memiliki alasan dan narasi yang berbeda, namun secara umum penolakan ini karena kenaikan BBM dinilai kurang tepat ditengah kondisi sosial ekonomi masyarakat yang saat ini masih sangat lemah pasca Pandemi Covid-19.

“Otoritas atau kebijakan naik-turunnya BBM merupakan wewenang pemerintah pusat, sehingga kami mendesak pemerintah agar BBM tidak dinaikkan,” tegasnya. (Mil/Red)

Comment