BOJONEGORO, Wartaku.Id – Sejumlah warga perwakilan dari desa Banjarsari, kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro datangi balai desa untuk menuntut batching plant yang beroperasi di desanya segera ditutup. Bukan tanpa alasan, hal tersebut dilakukan warga karena merasa selama ini proyek dari perusahaan SBS dan Raja Beton sangat membahayakan bagi kesehatan warga.
Dengan mengadakan rapat koordinasi di Balai Desa Banjarsari, yang dihadiri oleh perwakilan masyarakat dari RT 10, 11, 12 dan 13 desa Banjarsari, Trucuk, Bojonegoro, perangkat desa setempat, perwakilan dari perusahaan Raja beton dan SBS, satpol PP, perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup, Polsek Banjarsari dan Camat setempat.
Sementara, salah satu warga RT 13, Muhammad Zamroni menuturkan bahwa adanya proyek tersebut mengganggu kenyamanan warga dengan banyaknya mobil konstruksi yang berlalu lalang. Selain itu, tidak jarang pengemudi mobil ugal-ugalan sanga tlah mengancam keselamatan warga sekitar.
“Mohon untuk kesopanannya bagi sopir mobil konstruksi yang sedang beroperasi, apalagi saat warga sekitar mau berangkat jamaah sholat, sopir-sopir itu harus lebih berhati-hati karena di jalan banyak jamaah yang melakukan sholat jumat,” tuturnya.
Warga juga menuntut akibat adanya dua perusahaan tersebut menyebabkan terganggunya kesehatan masyarakat dengan polusi udara yang ditimbulkan, pasalnya setiap hari, masyarakat harus menghirup udar bercampur semen. Kebisingan dari pihak konstruksi yang setiap hari selalu beroperasi juga sangat mengganggu aktivitas masyarakat sekitar.
Heru selaku camat Trucuk mengungkapkan adapun perizinan yang lengkap, namun apabila tidak menjaga nilai sosial, maka kedua perusahaan tersebut tetaplah mengganggu kegiatan masyarakat bahkan mengancam kesehatan masyarakat karena polusi udara.
“Penting bagi warga untuk mensosialisasikan terkait perizinan dari dua pihak perusahaan,”jelasnya.
Belum menemukan hasil yang memuaskan, warga mengancam akan menuntut kedua pihak perusahaan akibat surat perizinan yang belum lengkap dan jelas. Selain itu dampak negatif yang luar biasa dirasakan oleh masyarakat saat ini hingga beberapa tahun yang akan datang apabila konstruksi pembangunan kedua perusahaan tetap berjalan.
“Sepenuhnya kita belum bisa memutuskan hasil akhir dari rapat koordinasi kali ini, selain itu notulen rapat kali ini akan kita bahas lebih lanjut dan sesegera mungkin saya akan sampaikan beberapa hal yang menjadi keresahan masyarakat kepada pihak yang terkait,” tutup kepala desa Banjarsari, Fatkhul Huda. (Mil/Red)
Baca Juga :



Comment