BOJONEGORO, Wartaku.Id – Beberapa waktu terakhir penjualan online menjadi pilihan bagi masyarakat di masa pandemi. Namun hal tersebut dimanfaatkan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang melakukan penipuan berkedok hadiah undian yang mengatasnamakan marketplace Shoope.
Fahmi salah satu warga Bojonegoro mengaku hampir menjadi korban penipuan yang mengatasnamakan Shoope, bergambar logo Shoope nomer tak dikenal tersebut mengirimkan pesan singkat yang berisi bahwa Ia menjadi pemenang dari undian Shoope.
“awalnya telvon kemudian chat, waktu saya lihat gambar di nomor tersebut ialah gambar Shoope,” ungkapnya.
Pesan chat tersebut cukup membuatnya kaget sekaligus tertarik karena menyertakan total hadiah yang didapatnya yaitu sebesar Rp 2 juta.
Setelah curiga karena diinstruksikan untuk membuka link dan mengirimkan nomor ATM, Ia merasa ragu dan janggal. Fahmi memilih untuk tidak membalas chat tersebut.
“Nomor tersebut terus menghubungi saya melalui telfon maupun chat. Karena saya merasa terganggu jadi nomor tersebut saya blokir,” ujarnya.
Hal tersebut juga dialami oleh salah satu pekerja swasta di Bojonegoro, Ayu mengaku pernah mendapatkan chat serupa. Bahkan Ayu menjadi korban penipuan tersebut dan merugi sebesar Rp 2 Juta.
“Gambar yang tertera shoope jadi saya tidak ragu dan saking senangnya saya tidak berfikir panjang, sehingga mengikuti instruksi dan kehilangan uang sebesar Rp 2 juta di ATM,”Jelasnya.
Tidak jauh beda dari kasus Fahmi, Ayu yang meladeni chat dari pihak yang mengatasnamakan Shoope tersebut dan mengirimkan nomor ATM dan OTP dari pihak bank untuk pencairkan uangnya.
“Saya disuruh ngeklik link lalu memasukkan nomor ATM saya, setelah itu saya mendapatkan chat berupa kode OTP. Kemudian pihak penipu tersebut meminta kode tersebut dan saya kasih, tanpa saya sadari ternyata hal itu penipuan,” tuturnya.
Dirinya mengaku telah kehilangan uang sebanyak Rp 2 juta sesuai dengan banyaknya hadiah undian yang ia dapatkan. Setelah ia tahu uang di ATMnya hangus, Ayu sadar bahwa hal tersebut merupakan penipuan dan berusaha untuk menghubungi kembali namun tidak bisa.
“Nomer tersebut saya telfon dan spam chat, namun sepertinya nomor tersebut adalah nomor sekali pakai, jadi sulit untuk saya hubungi,” tutupnya.
Dari kejadian yang Ia alami, Ayu berharap agar masyarakat khususnya pengguna sosial media tidak mudah percaya dengan beberapa akun fake yang mengatasnamakan marketplace atau brand ternama. (Mil/Red)




Comment