BOJONEGORO, Wartaku.id – Terkait sanksi yang diberikan kepada Persatuan Sepak Bola Bojonegoro (Persibo), Komite sepak bola PSSI Jawa Timur bungkam, mengaku tidak mengikuti permasalahan. Lantas seperti apa nasib Persibo selanjutnya?
Anas Sulaiman, selaku komite sepak bola persatuan sepak bola seluruh Indonesia (PSSI) Jawa Timur mengaku tidak mengetahui secara spesifik terkait sanksi yang diberikan pada Persibo di pertandingan liga 3 lalu.
“Secara spesifik saya kurang mengikuti,” ungkapnya.
Menurutnya hal tersebut merupakan ranah komisi disiplin (Komdis), sementara Ia mengaku bertugas di bidang organisasi sepak bola.
“Karena saya di bidang organisasi, tentunya hanya fokus di Asosiasi Kabupaten (Askab) yang ada di Jawa Timur,” terangnya.
Ungkapanya tersebut disampaikan saat dimintai keterangan pada acara Kongres tahunan Askab PSSI Kabupaten Bojonegoro pada Selasa, 01/02/2022. Disamping itu, Ia berharap persepak bolaan Bojonegoro tidak lagi ada kesalahan.
“Bojonegoro sendiri memiliki sejarah sepak bola yang luar biasa, silahkan dikembalikan lagi jangan sampai ada kesalahan kecil yang menurut strata PSSI salah seperti kejadian kemarin itu,” ujarnya.
Sedangkan Ketua Askab PSSI Kabupaten Bojonegoro, Akhyar menuturkan bahda dalam acara kongres tersebut tidak membahas terkait Persibo.
“Kami tidak membahas Persibo, Kami membahas terkait program yang terlaksana di 2021 dan yang direncanakan di tahun 2022,” tuturnya.
Seperti diketahui Komdis PSSI Jawa Timur memberikan sanksi kepada Persibo berupa pernyataan kalah 0-3 pada pertandingan liga 3, antara Persibo Bojonegoro melawan Mitra Surabaya pada tanggal 2 Desember 2021, di Stadion Gelora Joko Samudro Gresik dan denda sebesar Rp. 20 juta.
Sanksi tersebut diberikan dengan alasan Klub Persibo Bojonegoro telah bersalah, memainkan pemain tidak sah. Karena menggunakan identitas, yang tidak sesuai dengan nomor punggung yang didaftarkan kepada Asprov PSSI Jawa Timur dan tidak sesuai dengan daftar susunan pemain (DSP).
Meskipun pihak Persibo telah mengklarifikasi bahwa kekeliruan jersey itu TIDAK DISENGAJA dan murni kelalaian pemain ketika sedang berada di ruang ganti saat interval menuju babak kedua, namun sanksi tersebut tetap dijatuhkan. (Mil/Red)


Comment