Beberapa Masjid Di Bojonegoro Tidak Selenggarakan Sholat Jum’at.

BOJONEGORO, Wartaku.Id – Terkait adanya peraturan pemerintah tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat, masjid yang ada di Bojonegoro melakukan pembatasan dan perketat protokol kesehatan (Prokes) terhadap jamaah yang melakukan ibadah sholat. Bahkan beberapa masjid tidak mengadakan sholat jum’at.

Seperti halnya yang di ungkapkan oleh Sholikin Jamik Wakil Ketua PD Muhammadiyah Bojonegoro, Bidang Hikmah dan Kebijakan Publik mengungkapkan berdasarkan Surat Edaran (SE) Pimpinan Pusat Muhammadiyah
No.05/EDR/1.0/E/2021 dan menindak lanjuti SE PPKM Darurat Bupati Bojonegoro serta memperhatikan pendapat anggota Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bojonegoro mengumumkan bahwa Masjid Attaqwa Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bojonegoro tidak mengadakan ibadah Shalat Jum’at pada tanggal 9 dan 16 Juli 2021.

“Tidak ada ibadah Shalat Jum’at pada tanggal 9 dan 16 Juli 2021,”ungkapnya.

Pihaknya juga meminta maaf dan memohon maklum dengan kebijakan tersebut, yang diambil karena maraknya penularan Covid-19 di Bojonegoro saat ini. Sholikin Jamkk juga berharap agar bencana Covid-19 segera diangkat.

Beberapa Masjid Tidak Menyelenggarakan Sholat Jumat 2

Peniadaan sholat jumat juga diterapkan di masjid Al-Abidin yang terletak di Kompleks Radio Malwopati selama penerapan PPKM darurat, meskipun begitu masih ada yang melakukan sholat jamaah dengan jumlah jamaah yang berkurang.

“Sholat Jum’at sementara ditiadakan, dan karena ini masjid musafir jadi tetap ada yang sholat jamaah setelah adzan, “ungkap Lasto selaku takmir masjid Al-Abidin.

Selain itu, selama PPKM penerapan prokes juga diperketat dengan menambah handsanitizer di setiap pintu masuk dan disemprot disinfectant baik di luat masjid maupun di dalam masjid.

“Kalau penyemprotan disinfectant jadwale mengikuti lingkungan sekitar, kalau ada penyemprotan masjid juga disenorot, “jelasnya.

Lasto juga menambahkan bahwa selama PPKM jamah mengalami penurunan sangat drastis, jika biasanya ada berbaris-baris namun saat ini hanya ada lima hingga sepuluh orang. Menurutnya hal tersebut disebabkan kebanyakan jamaah masjid Al-Abidin yang merupakan pegawai pemerintah kabupaten tersebut menjalankan Work From Home (WFH).

“Kebanyakan biasanya jamaah disini merupakan pegawai pemkab, tapi sekarang kan WFH semua jadi ya jamaahnya berkurang, “imbuhnya.

Semenrara masjid agung Baitur Rohman Bojonegoro terlihat sepanduk besar bertuliskan “Mohon maaf untuk sementara masjid bairurahman ditutup tidak menyelenggarakan shokat jamaah untuk umum dari tanggal 3 sampai 20 juli 2021” dan pintu depan masjid ditutup, namun meskipun begitu menurut salah satu takmir masjid mengungkapkan tetap ada sholat lima waktu maupun sholat jum’at namun dengan penerapan protokol dan pembatasan jamaah.

“Sama seperti biasanya dengan pembatasan, sholat jumat juga masih, “jelasnya. (Mil/Red)

Comment