TUBAN, Wartaku.id – Tidak jelasnya kepemilikan aset Jembatan Glendeng menyebabkan selama kurang lebih 30 tahun dibangun, jembatan belum pernah ada perawatan.
Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bina Marga Kabupaten Tuban, Agung Supriyadi mengungkapkan bahwa jembatan Glendeng tersebut sudah dibangun sejak sekitar tahun 1990 an, selama kurang lebih 30 tahun jembatan tersebut tidak ada perawatan.
“Selama 30 tahun dibangun, tidak ada penanganan, tidak ada pembangunan, maupun pemeliharaan,” terangnya.
Sementara perbaikan jembatan baru dilakukan satu kali setelah jembatan mengalami ambles di sisi penyangga sebelah utara.
“Perbaikan baru sekali dari PUPR Bina Marga Tuban, beberapa waktu lalu setelah jembatan mengalami kerusakan,” jelasnya.
Perbaikan jembatan pada tahun 2021 tersebut bahkan menelan anggaran sekitar Rp 4 milyar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tuban, namun tidak berselang lama setelah pembukaan, jembatan kembali mengalami ambles hingga pada akhirnya kembali di tutup pada hari ini Sabtu,21/05/2022.
Selanjutnya, menurut Agung akan dilakukan pengkajian jembatan oleh PUPR Bina Marga Provinsi Jawa Timur.
“Segera setelah penutupan ini, teknisnya Bina Marga akan menyampaikan hasil kajian Jembatan kepada Gubernur Jawa Timur dan akan di kawal oleh Komisi A DPRD Jatim,” lanjutnya.
Terkait perbaikan, Ia menuturkan masih menunggu dari provinsi, namun diperkirakan jembatan akan dikaji dan diperbaiki secara total.
“Karena ini jembatan jadi tidak bisa sepotong-potong, dikhawatirkan yang sini diperbaiki yang sebelah Bojonegoro berpengaruh lagi,” katanya.
Saat ditanya terkait alasan penutupan total jembatan, Agung menambahkan bahwa jembatan tidak lagi mampu penopang bebanya sendiri, sehingga dikhawatirkan sewaktu-waktu jembatan bisa patah.
“Secara teknis penutupan bukan karena beban kendaraan melainkan sudah tidak mampu menopang bebannya sendiri, sehingga kita antisipasi dengan melakukan penutupan agar jangan sampai jembatan patah dan roboh hingga memakan korban jiwa,” imbuhnya. (Mil/Red)


Comment