Pertama Pasca Pandemi, 730 Jamah Haji Asal Bojonegoro Siap di Berangkatkan Tahun Ini.

BOJONEGORO, Wartaku.id – Setelah dua tahun tertunda akibat pandemi Covid-19, pemberangkatan pertama jamaah haji asal Indonesia akan dilaksanakan pada bulan haji 1443 H tahun ini. Meskipun berkurang dari sebelumnya, kuota untuk Kabupaten Bojonegoro tergolong banyak dibandingkan kabupaten lain di Jawa Timur, yaitu 730 calon jamaah haji (CJH).

Yasmani, selaku Kepala Penyelenggara Haji dan Umroh mengaku jika jumlah kuota pemberangkatan haji yang didapatkan oleh Indonesia kali ini berkurang dari tahun sebelumnya, yaitu 100.000 orang dengan provinsi Jawa Timur sebanyak 15.000, orang meskipun begitu Kabupaten Bojonegoro mendapat kuota yang tergolong tinggi yaitu mencapai 51 persen dari jumlah total rencana pemberangkatan CJH tahun 2020 lalu.

“Bojonegoro termasuk kabupaten yang mendapat sebanyak 51 persen dari kuota 2020 lalu yaitu 1450 jamaah, sekarang dapatnya segitu berati kan banyak kalau dibandingkan kabupaten lain di Jawa Timur,” terangnya.

Menurutnya, alasan Bojonegoro mendapatkan banyak kuota disebabkan CJH asal Bojonegoro melakukan pendaftaram di bulan-bulan awal yaitu Januari, Februari, Maret. Sementara beberapa kabupaten lain kebanyakan melakukan pendaftaran di bulan akhir.

“Karena Bojonegoro mendaftarnya banyak di awal tahun sementara yang kabupaten lain di bulan 7, 8, 9, untuk Jawa Timur,” ujarnya.

Sedangkan hingga saat ini, persiapan pemberangkatan dalan tahap penyelesaian administrasi termasuk pelunasan. Hal tersebut terbukti dari ramainya kantor Gara haji oleh CJH yang melakukan pelunasan untuk pemberangkatan yang tinggal menghitung minggu tersebut.

“Pelayanan kita prioritaskan menyelesaikan bukti pelunasan, ada yang minta surat keterangan yang digunakan untuk cuti kerja. Karena terakhir pelunasan tangal 20 mei 2020 jadi dihimbau jamaah untuk melunasi sebelum batas akhir tanggal pelunasan,” ungkapnya.

Yasmani juga menjelaskan bahwa CJH yang sudah melakukan pelunasan di tahun 2020 tidak perlu menambah uang pelunasan lagi, sementara CJH yang di tahun 2020 lalu menarik kembali uang pelunasan harus melunasi sebanyak Rp 17 juta rupiah.

“Yang rencana berangkat tahun 2020 dan pelunasanya diambil itu harus menambah pelunasan Rp 17 juta jatuhnya 42 juta, Rp 25 juta untuk porsi yang sudah dibayar waktu awal mendaftar dan Rp 17 juta untuk pelunasan,” tuturnya.

Masih dalam masa pandemi, ada beberapa perubahan peraturan diantaranya adalah wajib melakukan vaksinasi lengkap dosis 1 dan 2, selain itu sebelum pemberangkatan juga akan ada tes PCR dan usia jamaah haji dibatasi maksimal 65 tahun.

“Saya himbau untuk haji tahun ini tidak melakukan syukuran besar-besaran atau ziarah dalam skala banyak karena dikhawatirkan jamaah capek dan pada saat PCR positif, kemudian yang belum bisa berangkat mohon bersabar insyaalloh tahun depan Arab Daudi sudah membuka kuota penuh,” pesanya. (Mil/Red)

Comment