Jelang Magrib Jembatan Glendeng Dipadati Pengguna Jalan.

BOJONEGORO, Wartaku.Id – Semenjak bulan ramadhan setiap menjelang magrib, jembatan Glendeng penghubung kabupaten Bojonegoro dengan kabupaten Tuban dipadati pengguna jalan yang menunggu waktu berbuka puasa dengan keliling mencari takjil.

Terlebih jembatan penghubung sementara yang dipasang pu bina marga kabupaten Tuban hanya bisa di lewati kendaraan roda dua dan pejalan kaki dengan bergantian satu arah. Hal tersebut berawal dari terjadinya longsor pada tiang penyangga jembatan yang digerus arus sungai Bengawan Solo, sehingga jalan mengalami kerusakan dan sempat di tutup total untuk beberapa waktu.

Salah satu warga sekitar yang juga mengatur lalu lintas pada jembatan darurat tersebut mengungkapkan bahwa kemacetan di jembatan Glendeng semakin parah semenjak bulan ramadhan, terutama di waktu sore hari.

“Sebelumnya tidak terlalu macet, mungkin di pagi hari saja ramai orang berangkat kerja, “ungkap Rudy.

Sementara itu, Ia menyebutkan bahwa kemacetan tersebut di disebabkan banyaknya orang yang pulang kerja dan warga yang ngabuburit atau menunggu waktu berbuka puasa dengan berburu takjil.

“Banyak yang pulang kerja ditambah orang-orang yang ngabuburit sehingga memperparah kemacetan.,”jelasnya.

Rudy juga menjelaskan bahwa belum ada kepastian terkait perbaikan jembatan Glendeng yang rusak. Ia juga berharap perbaikan bisa segera dilakukan agar mempermudah jalur perekonomian masyarakat sekitar.

“Harapanya semoga segera diperbaiki, karena banyak pedagang yang membawa grobak dan sebagainya kesulitan saat melewati jembatan darurat ini, “pungkasnya. (Mil/Red)

Baca Juga :

See also Meskipun Terus Meningkat, Diperkirakan Puncak Kedatangan Pemudik di Stasiun Bojonegoro Masih Besok.

Comment