BOJONEGORO, Wartaku.id – Rombongan jamaah haji asal Kabupaten Bojonegoro tiba di tanah Anglingdarma. Jama’ah yang mulai berdatangan tersebut di sambut haru oleh sanak keluarga yang sudah menunggu kedatangan saudaranya. Namun, kepulangan jamaah haji asal Bojonegoro tahun ini tidak lengkap, disebabkan 5 jamaah haji meninggal dunia dan satu masih menunda pulang dikarenakan sakit.
Kepala Penyelenggara haji dan umrah, Kementerian Agama Kabupaten Bojonegoro, Abdullah Hafidz menuturkan jamaah haji asal Bojonegoro sudah proses pemulangan sesuai kloter dan jadwal. Diawali pada pemulangan kloter 20,21, dan 22 pada jum’at, 14 Juli dengan sebanyak 1.176 jamaah haji.
“Kemudian hari ini ada 359 jamaah haji dari kloter 23 tiba di Bojonegoro,” Jelasnya pada Sabtu, 15 Juli 2023.
Menurutnya, masih ada sekitar 9 kloter jamaah haji yang belum pulang dari keseluruhan jamaah yang sudah di berangkatkan Kemenag Bojonegoro. Sementara estimasi pemulangan akan selesai pada 4 Agustus mendatang.
“Ada sebanyak 5 orang yang meninggal dari kloter 21,22 dan 23 dan satu jamaah masih di rawat di sana,” terang Hafidz.
Satu, lanjutnya jama’ah yang masih di rawat tersebut menurutnya akan dipulangkan setelah kondisinya membaik dan di ikutkan dengan kloter selanjutnya.
“Rata-rata penyebab meninggalnya karena penyakit bawaan, ada juga karena sudah sepuh,” Jelasnya.
Sedangkan dalam pemulangan jama’ah tidak terdapat kendala. Hanya saja, menurutnya dikarenakan jama’ah sudah sepuh sehingga terkendala pengambilan koper. Hal tersebut menyebabkan keterlambatan tiba hampir 1 jam di hari ini.
“Kendalanya karena rata-rata lansia, sehingga turunya dan pengambilan kopernya lama, jadi itu penyita waktu di pengambilan koper,” ungkapnya.
Sementara itu, salah satu jamaah asal Ngraho menjelaskan bahwa sangat terharu dan berkesan perjalanan haji tahun ini. Setelah penantian hampir selama 13 tahun, dan sempat gagal dikarenakan pandemi Covid-19.
“Saya sempat down karena tertunda 2020 waktu covid kemarin, akhirnya saya brangkat umroh dan Alhamdulillah tahun ini di panggil lagi,” Ujar H. Sumilah.
Jamaah asal Ngraho tersebut juga menuturkan meskipun cuaca di Arab Saudi sangat panas, namun tidak mengganggunya beribadah dengan suami. Sehingga Ia menikmati perjalanan haji dan berjalan dengan lancar. (Mil/Red)



Comment