BOJONEGORO, Wartaku.Id – Adanya peraturan larangan mudik menyebabkan sepinya penumpang di hari libur lebaran 1442 Hijriyah lalu. Sebagian besar masyarakat memilih mudik pasca libur lebaran sehingga penumpang di terminal Rajekwesi mengalami peningkatan hingga H+10 lebaran.
Koordinator satuan pelayanan terminal tipe A Rajekwesi (Korsatpel) Bojonegoro, Budi Sugiarto mengungkapkan adanya peningkatan penumpang setelah peniadaan larangan mudik. Selain itu, bus juga sudah beroprasi normal dari tanggal 18/05/2021 lalu.
“Seteleh peniadaan mudik, bus beroperasi normal, “ungkapnya.
Sejak bus beroperasi normal, penumpang terus mengalami peningkatan hingga H+10 lebaran yang mencapai 962 orang dari 119 bus kedatangan dari luar kota maupun provinsi. Sementara untuk keberangkatan mencapai 811 orang dengan armada bus sebanyak 114.
Jumlah tersebut berbanding terbalik di saat hari lebaran, tidak ada satupun penumpang yang melakukan perjalanan baik dari kedatangan bus maupun keberangkatan. Sementara, penumpang mulai melakukan perjalanan pada hari ke dua lebaran meskipun tidak ada keberangkatan namun di kedatangan bus terhitung ada sebanyk 36 orang dari 12 kedatangan bus saja.
“Meningkat pesat, karena banyak penumpang yang menunggu momen peniadaan mudik selesai, “jelasnya.
Pihaknya juga menambahkan, saat ini jumlah penumpang sudah kembali normal. Namun pengecekan protokol kesehatan masih tetap dilakukan.
“Pemeriksaan dokumen perjalanan penumpang sudah tidak ada, namun suhu tubuh tetap diperiksa, pelaksanaan random sampling tes GeNose C19 tetap dilakukan,” tuturnya.
Sementara itu, petugas juga melakukan selalu mengarahkan untuk berjaga jarak karena masih dalam situasi pandemi Covid-19 sesuai prokes pada setiap bus yang akan berangkat.
” Tapi kalau sudah di jalan kita sulit ngontrolnya,”pungkasnya. (Mil/Red)
Baca Juga :



Comment