BOJONEGORO, Wartaku.id – Mendekati hari raya idul adha 1444 H, penjual hewan kurban memanfaatkan lahan kosong untuk menggelar lapak di pinggiran jalan di Kabupaten Bojonegoro. Salah satunya di jalan Lisman Campurejo, kecamatan Bojonegoro, selain itu lapak hewan kurban juga nampak di jalan Pemuda.
Berdasarkan pantauan wartaku.id, berberapa titik lahan kosong yang ada disekitaran jalan raya Kota Bojonegoro menjadi langganan sejumlah peternak kambing untuk membuka lapak saat mendekati Hai raya idul adha.
“Setiap tahun kita buka lapak di sini sewa milik orang china, semoga saja tahun berikutnya lahan masih belum di bangun jadi masih bisa saya tempati,” Ungkap Kusnan pedagang kambing.
Menggunakan lahan kosong di pinggiran jalan raya merupakan usahanya untuk memanfaatkan momen idul adha yang hanya sekali dalam setahun tersebut.
“Hari biasanya juga berjualan di rumah, tapi karena momen lebaran kita mencari lokasi yang ramai orang,” Terang warga asal Ngerowo tersebut.
Kusnan mengungkapkan penjualan tahun ini diprediksi meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Hal tersebut disebabkan sudah berakhirnya pandemi Covid-19, selain penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan ber kaki empat tahun lalu juga mulai mereda.
“Tahun sebelumnya Covid, terus tahun lalu di serang PMK, alhamdulillah, tahun ini sudah mereda semua, sudah ada peningkatan penjualan,” Tuturnya.
Menurutnya, hingga H-2 menjelang idul adha tahun ini, Ia mengaku sudah berhasil menjual sebanyak 30 ekor kambing, bahkan lebih karena menurutnya beberapa pesanan masih belum di ambil oleh pemiliknya. Sementara untuk persediaan stok kambing di idul adha kali ini, Kusnan mengaku ada sebanyak 115 ekor.
“Di rumah ada 20-25 an ekor kambing lagi, kalau di sini ada jenis etawa, kambing gibas dan kambing Jawa,” Ujarnya.
Menurutnya momen idul adha merupakan masa panen peternak hewan kurban sepertinya. Sehingga tidak heran harga jual kambing juga meningkat. Hingga saat ini untuk kambing jenis gibas dipatok dengan harga Rp 2,5 juta hingga Rp 4 juta rupiah tergantung besar dan kecil kambing.
“Kalau kambing Jawa lebih mahal, mulai dari Rp 4 juta an, tapi orang sini banyak yang cari kambing gibas,” Lanjutnya.
Kusnan dan istrinya yang berjaga 24 jam di lapaknya tersebut berharap, penjualan di tahun ini lebih banyak sehingga dapat menutup kerugian di tahun sebelumnya. (Mil/Red)


Comment