TUBAN, Wartaku.id – Jembatan Glendeng yang menjadi akses penghubung antara kota Tuban dan Kota Bojonegoro yang berada di Desa Simo Kecamatan Soko Kabupaten Tuban, Sabtu 21 Mei 2022 ditutup total untuk semua pengguna baik pejalan kaki, pengendara roda dua maupun roda empat atau lebih.
“Dampaknya, kondisi Jembatan Glendeng saat ini sudah tidak layak secara teknis dan membahayakan para pengguna jembatan. Oleh karena itu, demi keselamatan pengguna jembatan kami merekomendasikan agar Jembatan Glendeng tidak dioperasikan lagi untuk semua pengendara dan pejalan kaki,” papar Kepala PUPR Tuban Agung Supriyadi
Penutupan ini sesuai surat rekomendasi penutupan total Jembatan Glendeng nomor: 620/608/414.103/2022 yang di keluarkan oleh Dinas PUPR Kabupaten Tuban tertanggal 20 Mei 2022 dengan tembusan Dinas lingkungan hidup dan perhubungan kabupaten Tuban
Dalam isi surat rekomendasi tersebut termaktub 3 hal penting yaitu :
- Terdapat penurunan pilar jembatan lama (dari arah Tuban) sekitar 30 cm, tumpuan jembatan pendekat menggantung sehingga saat ini kondisi plat lantai bertumpu pada back wall bukan pada pilar
- Pile cap pilar sudah tak datar/rata lagi serta terdapat selisih beda tinggi antara ujung pilar arah Bojonegoro dan ujung pilar arah Tuban kurang lebih 25 cm, kemiringan kearah Tuban.
- Abutmen jembatan pendekat mengalami penurunan evelasi sekitar 4 cm
Sebagai akibat dari penutupan jembatan tersebut, beginilah respon dari beberapa tokoh.
Ketua DPC Partai PKB yang juga Ketua DPRD Kabupaten Tuban Miyadi, S.Ag, MM mengatakan, “Pertama, .kasihan masyarakat yang memiliki kepentingan. Kedua, menghambat jalur peredaran ekonomi antara tuban dan bojonegoro dan Ketiga proyek yang dikerjakan pemerintah kabupaten tuban tahun 2021 untuk pembenahan jembatan tersebut perencanaannya tidak mateng, sehingga belum bisa menyelesaikan persoalan”, katanya. Senin (23/05/2022)
Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Tuban Mokhamad musa.S Ag .MH juga menyampaikan hal yang tidak jauh berbeda
“Mendesak pemerintah provinsi atau pusat untuk menanggani jembatan tersebut, saya kwatir kalau tetap di beban kan APBD Tuban yang sangat kecil perbaikan jembatan kurang maksimal”, kata Musa
Lebih lanjut Musa yang juga Anggota Komisi 1 DPRD Kabupaten Tuban menyampaikan, “PUPR harus melakukan perencanaan yang matang jangan asal asalan sehingga dana APBD kita mubadzir”, tambahnya
Di tempat terpisah Camat Soko Sucipto menyampaikan, ” Sesuai rekomendasi dari Kepala Dinas PUPRKP Kabupaten Tuban dan hasil Rapat Koordinasi Forum LLAJ Kabupaten Tuban dan Kabupaten Bojonegoro demi keselamatan masyarakat pengguna jembatan maka jembatan glendeng sebaiknya segera ditutup”, paparnya.
Sementara itu Politikus PKB asli Tuban Nur Aziz yang juga anggota DPRD provinsi Jawa Timur Komisi D melalui pesan singkat watshap menjelaskan, ” Sesuai hasil kesepakatan rapat kalau memang kondisi jembatan semakin parah untuk keselamatan bersama maka jembatan harus di tutup total supaya tidak menimbulkan korban . Dan sesegera mungkin di perbaiki total”, katanya.
Lebih lanjut Nur Aziz menyampaikan, ” Saya dukung hasil kajian PU binamarga Jawa Timur tersebut dengan harapan lebih lanjut untuk segera diperbaiki total”, tambahnya. (Hen/Red)


Comment