Akses Jembatan Di Tutup, Sejumlah Siswa Harus Angkat Sepeda Melewati Portal.

TUBAN, Wartaku.id – Belum banyak masyarakat yang mengetahui penutupan total Jembatan Glendeng, akibatnya sejumlah warga putar balik bahkan siswa yang pulang dari sekolah harus angkat sepeda untuk bisa melewati portal penutupan yang telah terpasang.

Tampak di lokasi penutupan jembatan dilakukan pada sekitar pukul 10.30 WIB. Sejumlah petugas juga telah memasang bener bertuliskan penutupan jembatan tepat di perempatan Desa Simo, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban. selain itu, memasang portal yang terbuat dari semen sehingga tidak dapat dilewati kendaraan maupun pejalan kaki.

Akibatnya sejumlah masyarakat yang belum mengetahui informasi tersebut harus putar balik, bahkan tampak siswa yang pulang dari sekolah harus angkat sepeda dibantu masyarakat karena portal menutup jalan jembatan total.

Akses Jembatan Di Tutup Sejumlah Siswa Harus Angkat Sepeda Melewati Portal 2

“Sekolah di Bojonegoro, biasanya lewat jembatan sini tadi tidak tau kalau di tutup,” terang Firda salah satu siswi asal Soko.

Selain itu, warga asal Kapas juga memilih putar balik akibat tidak mengetahui penutupan tersebut.

“Kita kembali aja, puter balik,” ungkap Kasbianto.

Ia bersama istrinya tersebut juga berharap agar jembatan segera diperbaiki,dan segera berfungsi seperti semula.

“Harus diperbaiki segera, biar nanti bisa dibuat jalan terus,” ucapnya.

Namun banyak masyarakat yang memaksa untuk melintasi portal sebelum terpasang sempurna, bahkan mereka mengangkat sepeda motor melintasi trotoar. Akibatnya Kapolsek Soko, menegur para pengguna jalan tersebut agar mematuhi rekayasa alur lalu lintas dan memilih putar balik.

Sementara, mengungkapkan bahwa mulai hari ini Jembatan Glendeng di tutup secara total bagi toda empat, roda dua, maupun pejalan kaki.

“Penutupan ini memerlukan proses lama, kekhawatiran terjadi karena kemiringan jembatan sekitar 30 centimeter, kemarin sudah dilakukan perbaikan namun ada penurunan lagi,” ungkap Agung Supriyadi Kepala Dinas PUPR Kabupaten Tuban.

Akhirnya PUPR Bina Marga Jatim menyatakan bahwa setelah kemiringan lebih dari 30 centimeter, jembatan dinyatakan tidak layak dan dikhawatirkan akan terjadi sibling atau rubuh.

“Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini, karena demi keamanan dan kenyamanan maka harus dilakukan penutupan,” tutupnya. (Mil/Red)

Comment