BOJONEGORO, Wartaku.id – Perwakilan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Bojonegoro lakukan aksi di Bundaran Adipuran Kabupaten Bojonegoro, pada Senin, 11/04/2022.
Sebanyak tiga tuntutan disampaikan mahasiswa dalam aksi, diantaranya menolak masa perpanjangan jabatan presiden 3 priode, menolak pencabutan pupuk subsidi, segera normalisasi harga bahan pokok dan bahan bakar minyak.
Aksi tersebut diawali dari kantor kesekertariatan IMM Kabupaten Bojonegoro, kemudian berhenti di Bundaran Adipura yang dijadikan titik aksi 11 Maret 2022. Meskipun tidak ada kekerasan dan kericuhan, namun aksi diwarnai pembakaran ban bekas.
“Tujuan kita menggait simpatisan dari masyarakat terkait tagline yang dibawa yaitu mahasiswa bergerak,” ungkap Fadli Hamsah selaku Koordinator Aksi.
Dikawal ketat oleh anggota kepolisian Polres Bojonegoro, aksi berakhir di masjid At-Taqwa dan peserta demo melakukan sholat ashar. Sekitar 50 orang yang ikut dalam aksi tersebut merupakan perwakilan dari aliansi mahasiswa Muhammadiyah se Kabupaten Bojonegoro.
“Terdiri dari BEM STIT Muhammadiyah Bojonegoro, BEM STIKES MABORO ( Stikes Muhammadiyah Bojonegoro), Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Ar Fachruddin (STTM Ar Fachruddin),” terangnya.
Menurutnya, untuk aksi ulang di kesempatan berikutnya masih akan menunggu hasil kajian serta evaluasi dari pihaknya.
“Aksi ulang kita menunggu kajian hasil dari teman teman,” tuturnya.
Sementara pihaknya juga berharap setelah adanya aksi yang dilakukan serentak pada hari ini, diharapkan tiga tuntutan yang telah disampaikan bisa terealisasi.
“Harapan kami kepada pemerintah sesuai tiga tuntutan tersebut, semoga ada perubahan,” tutupnya. (Mil/Red)



Comment